Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Bambu Apus, WNA Sempat Teriak Minta Tolong
BREAKING NEWS — Tiga pekerja proyek tewas mengenaskan di gorong-gorong saluran air kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (11/7/2026) pagi. Seorang korban WNA sempat berteriak histeris ...
BREAKING NEWS — Tiga pekerja proyek tewas mengenaskan di gorong-gorong saluran air kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (11/7/2026) pagi. Seorang korban WNA sempat berteriak histeris meminta pertolongan sebelum akhirnya tak tertolong.
Detik-Detik Teriakan Minta Tolong
Insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Ketiga korban sedang melakukan pemeliharaan rutin di dalam gorong-gorong yang sempit dan minim pencahayaan. Warga sekitar, Supri, mengatakan tiba-tiba mendengar suara teriakan dari dalam lubang gorong-gorong.
"Awalnya saya kira suara hewan. Tapi makin lama terdengar jelas teriakan manusia, minta tolong. Bahasanya bukan Bahasa Indonesia, seperti bahasa asing," tutur Supri, saksi mata yang rumahnya hanya 50 meter dari lokasi.
Teriakan itu berlangsung sekitar lima menit. Warga berusaha mendekat, namun tak berani masuk karena bau menyengat mirip gas. Mereka langsung menghubungi pemadam kebakaran.
Evakuasi Dramatis
Tim pemadam dari Sektor Cipayung tiba pukul 11.00 WIB. Dengan alat bantu pernapasan, petugas memasuki gorong-gorong. Setelah pengecekan, tiga pria ditemukan sudah tidak sadarkan diri. Evakuasi berlangsung sulit karena ruang sempit dan udara beracun.
"Kami temukan ketiganya dalam posisi telungkup di dasar gorong-gorong. Tidak ada respons," jelas Komandan Regu Damkar, Suherman. Jasad korban diangkat satu per satu dengan tandu tali. Proses evakuasi baru selesai pukul 12.15 WIB.
Fakta Kunci
- Lokasi: Gorong-gorong saluran air, Jl. Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur
- Waktu: 10.30 WIB
- Korban: 3 orang — 2 WNI (ber-KTP Jakarta) dan 1 WNA (diduga asal Tiongkok)
- Penyebab dugaan: Keracunan gas beracun atau kekurangan oksigen
- Evakuasi: Selesai pukul 12.15 WIB, jasad dibawa ke RS Polri Kramat Jati
Peringatan Prosedur Keselamatan
Kejadian ini membuka mata soal standar keselamatan kerja proyek saluran air. Menurut rekan kerja yang selamat, korban WNA nekat masuk tanpa alat pelindung lengkap. "Dia ingin cepat selesai. Saya sempat melarang, tapi tidak dihiraukan," kata Agus, salah satu pekerja proyek yang bertugas di luar gorong-gorong.
Ketua RW 08, Haji Mursid, mengakui proyek ini sering dikeluhkan warga karena bau gas yang menyengat. "Sudah sebulan warga resah. Tapi pihak kontraktor tidak ada tindakan tegas," katanya.
Polres Jakarta Timur kini sedang memeriksa mandor proyek dan menyelidiki kelalaian. "Jika ditemukan unsur pidana, kami tak segan menetapkan tersangka," tegas Kapolres.
Keluarga korban WNI sudah dihubungi, sementara Korban WNA masih dalam proses identifikasi oleh Kedutaan Besar Tiongkok.
Perkembangan akan kami kabarkan segera.
Baca juga:
Comments (0)