Tiga Begal Modus Kencan Gay Diringkus, Korban Diikat di Makam
DEPOK — BARU SAJA, jajaran kepolisian membekuk tiga pelaku begal sadis yang menjebak korbannya lewat aplikasi kencan khusus pria gay, Hornet. Seorang korban disiksa, diikat, lalu ditinggalkan di are...
DEPOK — BARU SAJA, jajaran kepolisian membekuk tiga pelaku begal sadis yang menjebak korbannya lewat aplikasi kencan khusus pria gay, Hornet. Seorang korban disiksa, diikat, lalu ditinggalkan di area pemakaman. Penangkapan ini mengonfirmasi modus baru kejahatan jalanan yang membidik komunitas rentan.
Kronologi Mencekam
Insiden terjadi pada malam saat korban berkenalan dengan satu pelaku. Pertemuan dijanjikan di sebuah lokasi sepi. Setibanya di sana, korban dihadang tiga orang. Ia dianiaya secara brutal. Tangan dan kaki korban diikat menggunakan tali. Setelah merampas ponsel dan dompet, para pelaku melarikan diri. Korban yang tak berdaya ditinggal begitu saja di tengah kompleks pemakaman. Warga yang melintas menemukannya dan segera melapor.
Penangkapan Singkat
Tidak butuh 24 jam, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Tiga tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda di Depok. Barang bukti berupa ponsel korban, tali pengikat, dan sepeda motor pelaku turut disita. polisi juga mengamankan sejumlah perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk mencari korban lain. Ketiganya langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Korban sendiri dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif akibat luka lebam di sekujur tubuh.
- Pelaku: 3 orang ditangkap
- Modus: Ajakan kencan via aplikasi Hornet
- Lokasi kejadian: Area pemakaman di Depok
Modus Baru yang Meresahkan
Penyidik mengungkapkan, komplotan ini secara spesifik membidik pengguna Hornet. Mereka menilai korban enggan melapor karena stigma. Komunikasi dilakukan sepenuhnya lewat fitur privasi aplikasi, sehingga menyulitkan pelacakan awal. Pelaku mengarahkan pertemuan di tempat yang telah disiapkan. Begitu korban lengah, aksi kekerasan dilakukan. Polisi menduga jaringan ini telah beraksi lebih dari sekali dan sedang mendalami kemungkinan adanya otak pelaku yang mengendalikan komplotan.
Imbauan Kepolisian
Kepolisian mengimbau pengguna aplikasi kencan daring untuk selalu waspada. Pilih lokasi pertemuan di tempat umum yang ramai. Jangan mudah percaya pada profil yang baru dikenal. Jika terjadi tindak kejahatan, segera laporkan. Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih mengembangkan kasus untuk memburu kemungkinan pelaku lain. Polisi juga meminta masyarakat yang pernah menjadi korban dengan modus serupa segera melapor.
Comments (0)