Teror Tetangga Paksa Warga Depok Jual Rumah
Keluarga Azis Suraji di Depok memilih menjual rumah setelah bertahun-tahun menjadi korban teror tetangga yang tak kunjung reda. Keputusan pahit itu diambil setelah berbagai upaya mediasi dan laporan p...
Keluarga Azis Suraji di Depok memilih menjual rumah setelah bertahun-tahun menjadi korban teror tetangga yang tak kunjung reda. Keputusan pahit itu diambil setelah berbagai upaya mediasi dan laporan polisi tidak membuahkan hasil. Teror yang meliputi ancaman fisik, perusakan properti, dan intimidasi psikologis membuat keluarga Azis merasa tidak aman dan nekat pindah.
Kronologi Teror
- Perselisihan bermula dari hal sepele, namun eskalasi terjadi cepat.
- Pelaku diduga sering melakukan aksi vandalisme di malam hari.
- Puncaknya, rumah Azis dirusak besar-besaran beberapa pekan lalu.
- Rekaman CCTV dan foto viral di media sosial, memicu keprihatinan publik.
Dampak Psikologis dan Ekonomi
Keluarga Azis mengalami trauma berat. Anak-anak takut keluar rumah dan sulit tidur. Azis sendiri harus cuti kerja untuk mengurus laporan polisi dan perbaikan rumah. Biaya perbaikan mencapai puluhan juta rupiah. Akhirnya, mereka memutuskan menjual rumah dengan harga di bawah nilai pasar karena tidak ada lagi harapan hidup damai di lingkungan tersebut.
Laporan Polisi dan Respons
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Depok. Polisi telah memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan barang bukti. Namun, hingga kini belum ada tersangka. Masyarakat sekitar mendesak aparat bertindak tegas agar tidak ada korban baru. 'Kami takut kejadian serupa menimpa kami,' ujar seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini menjadi alarm bagi warga Depok bahwa konflik tetangga bisa berujung tragis. Banyak kini mulai memasang CCTV ekstra dan membentuk kelompok ronda. Namun, tanpa perlindungan hukum yang efektif, keputusan jual rumah seperti yang dialami Azis mungkin akan terus terulang. Polisi berjanji mengusut tuntas dan memberikan rasa aman bagi warga.
Comments (0)