Teror Deepfake AI Landa Mahasiswi Solo, Tujuh Perempuan Jadi Sasaran

SOLO — Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta menjadi korban pornografi deepfake yang disebarkan secara masif di media sosial. Pelaku menggunakan teknologi kecerdasan b...

Jul 28, 2026 - 04:21
0 0
Teror Deepfake AI Landa Mahasiswi Solo, Tujuh Perempuan Jadi Sasaran

SOLO — Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta menjadi korban pornografi deepfake yang disebarkan secara masif di media sosial. Pelaku menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menempelkan wajah korban pada tubuh perempuan tanpa busana. Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polda Jawa Tengah dan kini dalam tahap penyelidikan intensif.

Ancaman dan Serangan Beruntun

Menurut keterangan kuasa hukum korban, Zaenal Petir, insiden ini dimulai pada 1 Januari 2026 lewat pesan dari akun Instagram Kelas Dunia Digital. "Korban tidak menanggapi, lalu muncul ancaman 'bom waktu' jika terus diabaikan," ujarnya. Tak lama, akun lain mengunggah foto editan seksual yang memuat wajah korban ke publik. Puncak teror datang pada 5 Februari, ketika akun ketiga mengirimkan langsung file mentah dan tautan ke grup Telegram berisi konten cabul tersebut.

Korban, yang berinisial E, terpukul hebat. "Ia sangat syok, stres selama sepekan, dan trauma hingga kini," tambah Zaenal. Foto dan video itu sama sekali bukan tindakan korban, melainkan rekayasa AI yang sangat merusak reputasi dan kondisi mentalnya.

Bukan Kasus Tunggal

Penyidikan mengungkap fakta mengejutkan: setidaknya tujuh mahasiswi lain menjadi korban dengan pola serupa. Mereka berasal dari Semarang dan Solo, dan ternyata saling kenal dari SMA yang sama, yakni SMA 1 Cepu. Sebuah benang merah yang kini ditelusuri penyidik untuk mengungkap pelaku.

"Semua korban adalah perempuan, dan di akun Instagram pelaku diduga terdapat puluhan konten deepfake dengan korban berbeda-beda," beber Zaenal. Sumber utama konten diduga berasal dari sebuah kanal Telegram yang kini sedang diprofil oleh tim siber Polda Jateng.

Respons Aparat dan Perlindungan Korban

Direktorat Siber Polda Jateng telah melakukan profiling awal dan menjadwalkan pemeriksaan saksi. Polisi berupaya mengidentifikasi administrator akun serta jaringan penyebar konten. "Saat ini fokus pada pengelola akun Telegram tersebut," jelas Zaenal. Di sisi lain, korban mendapat pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma mendalam.

Kejadian ini menjadi alarm keras bagi penegakan hukum terhadap kejahatan berbasis AI. Teknologi deepfake yang disalahgunakan untuk merusak martabat perempuan membutuhkan respons cepat dan sanksi tegas. Masyarakat diimbau segera melapor jika menemukan konten serupa.

Pentingnya Literasi Digital

Maraknya manipulasi gambar dan video berbasis AI menuntut peningkatan literasi digital di kalangan pengguna media sosial. Edukasi tentang cara mengenali konten palsu dan menjaga keamanan data pribadi harus digencarkan. Sementara itu, platform digital didesak untuk lebih aktif menghapus konten ilegal dan bekerja sama dengan aparat.

Para ahli menyebut, deepfake telah menjadi senjata baru dalam kejahatan siber, khususnya yang menyasar perempuan. Tanpa regulasi yang memadai, korban akan terus berjatuhan. Kasus mahasiswi Solo ini hanyalah puncak gunung es dari ancaman yang lebih besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User