Teror Bom SD Jaksel, Motif Pelaku: Kesal Soal Seragam

JAKARTA – Polisi baru saja mengungkap tabir di balik teror bom yang menggemparkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Seorang wali murid berinisial MY n...

Jul 15, 2026 - 23:14
0 0
Teror Bom SD Jaksel, Motif Pelaku: Kesal Soal Seragam

JAKARTA – Polisi baru saja mengungkap tabir di balik teror bom yang menggemparkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Seorang wali murid berinisial MY nekat melayangkan pesan ancaman bom lantaran sakit hati soal urusan seragam sekolah anaknya.

Fakta mengejutkan ini terkuak setelah tim penyidik merampungkan serangkaian pemeriksaan intensif terhadap tersangka. MY, yang merupakan orang tua dari salah satu siswa, kini mendekam di sel tahanan dan dilaporkan menyesali aksi nekatnya.

Kronologi Panik di Sekolah

Insiden bermula ketika pihak sekolah menerima pesan singkat bernada ancaman pada pagi hari saat kegiatan belajar tengah berlangsung. Pesan itu menyebutkan adanya bahan peledak yang disimpan di area sekolah. Tanpa menunggu lama, otoritas sekolah langsung mengambil langkah siaga darurat. Ratusan siswa, guru, dan staf segera dievakuasi ke titik kumpul aman. Kepanikan sempat tak terelakkan, sejumlah orang tua yang mendengar kabar itu berhamburan mendatangi lokasi.

Tim Gegana dan unit penjinak bom dari Polda Metro Jaya diterjunkan seketika. Mereka menyisir seluruh sudut gedung, ruang kelas, hingga halaman sekolah. Setelah proses sterilisasi yang mencekam, tidak ditemukan satu pun bahan peledak. Meski begitu, guncangan psikis tetap membekas bagi korban.

Pelacakan dan Penangkapan

Unit siber Subdit Jatanras Polda Metro Jaya bergerak cepat menelusuri jejak digital pengirim ancaman. Kurang dari 24 jam, identitas pemilik nomor telepon berhasil dikantongi. Petugas kemudian mendatangi kediaman MY di kawasan Jakarta Selatan dan mengamankannya tanpa perlawanan berarti. Barang bukti berupa ponsel yang digunakan untuk mengirim pesan teror turut disita.

“Dari hasil interogasi awal, tersangka mengakui perbuatannya. Motifnya sangat sepele, yaitu ketersinggungan pribadi terkait seragam sekolah,” ungkap sumber kepolisian yang enggan disebut namanya.

Akar Masalah Sepele

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, ketegangan berawal dari ketidakpuasan MY terhadap aturan atau pengelolaan seragam anaknya. Diduga terjadi miskomunikasi antara wali murid dengan pihak sekolah. MY merasa aspirasinya tak diindahkan, lalu memilih jalan pintas yang salah: meneror dengan ancaman bom. Tindakan itu dipicu emosi sesaat, bukan bagian dari jaringan atau motif ideologis.

“Tersangka sangat menyesal dan berulang kali meminta maaf. Namun, proses hukum tetap berjalan,” tegas pejabat kepolisian.

Ancaman Pidana

Atas ulahnya, MY dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan Pasal 45B Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait ancaman kekerasan melalui media elektronik. Ancaman hukuman penjara maksimal mencapai lima tahun.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menyelesaikan persoalan secara dewasa, bukan dengan tindakan yang justru mengundang petaka. Kasus ini menjadi pengingat pahit betapa ketersinggungan sepele bisa berujung jeruji besi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User