Teheran Jadi Pusat Peringatan Asyura Umat Syiah
Teheran - Ribuan umat Muslim Syiah memadati jalan-jalan di ibu kota Iran untuk menggelar prosesi berkabung menjelang puncak Asyura. Ritual tahunan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kesyahida
Teheran - Ribuan umat Muslim Syiah memadati jalan-jalan di ibu kota Iran untuk menggelar prosesi berkabung menjelang puncak Asyura. Ritual tahunan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kesyahidan Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan laporan Beritatercepat.com, peserta prosesi tampak khusyuk melantunkan elegi dan syair duka, sembari menepuk dada sebagai simbol solidaritas atas penderitaan Imam Hussein dalam Pertempuran Karbala pada 680 Masehi. Pemandangan serupa juga terlihat di berbagai kota di Iran, menjadikan negeri ini pusat perhatian dunia Syiah.
Asyura, yang jatuh pada hari ke-10 bulan Muharam dalam kalender Hijriah, adalah puncak dari rangkaian peringatan berkabung bagi umat Syiah. Imam Hussein dan 72 pengikutnya gugur secara tragis di padang Karbala, Irak, setelah dikepung pasukan Yazid bin Muawiyah. Peristiwa itu diyakini sebagai simbol perlawanan melawan tirani dan ketidakadilan.
"Kami datang setiap tahun untuk menunjukkan bahwa darah dan pengorbanan Imam Hussein tidak akan pernah dilupakan. Ini bukan sekadar ritual, melainkan ikrar untuk menegakkan kebenaran," ujar salah satu peserta kepada Beritatercepat.com.
Pemerintah Iran sendiri telah menyiapkan ribuan personel keamanan dan medis untuk mengantisipasi lonjakan massa. Beberapa ruas jalan utama di Teheran ditutup sementara guna memberi ruang bagi para peziarah. Selain prosesi berjalan, sejumlah masjid dan huseiniah juga menggelar ceramah keagamaan yang mengisahkan detail Pertempuran Karbala.
Peringatan Asyura tahun ini terasa lebih meriah seiring dengan pelonggaran pembatasan pascapandemi. Para peserta, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda duka. Uniknya, di beberapa titik prosesi, tampak juga komunitas dari mancanegara yang turut serta, menunjukkan universalitas pesan Karbala.
Duta besar Iran untuk Indonesia, dalam kesempatan terpisah, menyatakan bahwa peringatan Asyura bukan hanya milik umat Syiah, melainkan momentum kemanusiaan yang relevan sepanjang masa. "Karbala mengajarkan bahwa berdiri bersama kebenaran adalah pilihan mulia, meski harus menghadapi risiko terberat," katanya.
Di sisi lain, kehadiran media kami di lapangan mencatat adanya beragam kegiatan sosial yang menyertai prosesi, seperti pembagian makanan dan minuman gratis kepada para peserta. Tradisi nazar ini merupakan bagian tak terpisahkan dari semangat berbagi yang diajarkan Imam Hussein.
Dengan demikian, Teheran kembali menegaskan posisinya sebagai pusat peringatan Asyura terbesar di dunia. Rangkaian acara akan mencapai puncaknya pada hari Asyura, yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Comments (0)