Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tangerang memasuki hari kedelapan operasi pemadaman di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Selasa (07/07/2026). Api yang pertama kali menyala sepekan lalu belum menunjukkan tanda-tanda padam total. Sumber di lapangan mengonfirmasi area terdampak mencapai
2,3 hektare dari total luas TPA
5 hektare, dengan titik api aktif masih terdeteksi di
tiga zona kedalaman hingga
12 meter di bawah permukaan sampah.
"Kami rotasi regu setiap empat jam. Ini operasi terlama sepanjang 2026," ujar Komandan Regu Pemadam, Arief Nugroho, saat ditemui di posko darurat. Kondisi diperparah oleh
suhu udara 34°C dan tiupan angin yang memicu penyebaran bara di tumpukan sampah baru.
Mengapa Pemadaman Butuh Waktu Lama?
Karakteristik kebakaran TPA fundamental berbeda dari kebakaran gedung. Sampah organik yang terdekomposisi menghasilkan gas metana yang terus menyuplai nyala di bawah permukaan. Upaya penyemprotan air dari atas hanya memadamkan api permukaan, sementara bara di kedalaman tetap menyala.
Tim pemadam kini mengerahkan
dua unit ekskavator untuk membongkar tumpukan sampah sebelum dilakukan penyiraman. Strategi ini memakan waktu karena volume sampah yang masif dan risiko tanah longsor.
| Parameter | Kebakaran Gedung | Kebakaran TPA |
| Durasi Tipikal | 1-4 jam | 7-30 hari |
| Sumber Bahan Bakar | Material bangunan | Gas metana berkelanjutan |
| Metode Utama | Penyiraman langsung | Pembongkaran + penyiraman |
| Risiko Sekunder | Ambruk struktur | Longsor sampah, racun dioksin |
Dampak Lingkungan Mulai Dirasakan
Asap tebal menyelimuti permukiman dalam radius
2 kilometer. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat
142 kenaikan kasus ISPA dalam sepekan terakhir di Puskesmas sekitar. Sekolah di Desa Jatiwaringin dan Desa Gandasari menerapkan kebijakan masker wajib. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup menyatakan pemantauan indeks standar pencemaran udara (ISPU) menunjukkan status oranye—
tidak sehat untuk kelompok sensitif.
"Kita perlu evaluasi total manajemen TPA. Kebakaran berulang ini gejala dari sistem open dumping yang sudah usang," ujar pengamat lingkungan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Andini Pratiwi. TPA Jatiwaringin terakhir terbakar hebat pada
September 2025, menandakan siklus yang belum terputus.
Pemerintah Kabupaten Tangerang mengalokasikan tambahan
Rp300 juta untuk operasi pemadaman fase akhir dan menjanjikan pengadaan
dua unit mesin pengolah gas metana pada 2027. Namun bagi warga yang kini menghirup asap di hari kedelapan, janji itu terasa seperti kabut yang sama pekatnya.
⚠ BREAKING UPDATE 07/07 PUKUL 16.30 WIB: Tim pemadam mengonfirmasi penambahan 12 personel dari BPBD DKI Jakarta. Ekskavator ketiga telah tiba di lokasi.
Comments (0)