Veda Ega Pratama Melejit dari P26 ke P2 di Hungaria
Veda Ega Pratama membungkam skeptisisme dalam 30 menit. Setelah terpuruk di posisi ke-26 pada sesi latihan bebas pertama Moto3 Hungaria 2026, pembalap Hond
Veda Ega Pratama membungkam skeptisisme dalam 30 menit. Setelah terpuruk di posisi ke-26 pada sesi latihan bebas pertama Moto3 Hungaria 2026, pembalap Honda Team Asia itu membalikkan keadaan secara dramatis—meroket 24 posisi ke P2 di sesi practice sore hari. Lompatan raksasa ini bukan sekadar perbaikan waktu, melainkan deklarasi perang kepada para rivalnya di Hungaroring.
Poin kunci: - Veda finis P26 di FP1 dengan waktu 1:40,112, terpaut 2,1 detik dari pimpinan sesi. - Di sesi practice, ia mencatat 1:38,459—selisih hanya 0,193 detik dari posisi teratas. - Sektor 2 dan 3 menjadi area peningkatan paling signifikan, dengan gain 0,8 detik. - Motor #63 menyentuh kecepatan puncak 212,7 km/jam di sektor lurus utama.Ledakan di Sore Hari: Strategi Set-Up yang Berani
Lintasan Hungaroring yang teknis kerap menjadi kuburan bagi pebalap muda. Namun Veda justru menemukan ritme agresifnya setelah tim melakukan revisi radikal pada geometri sasis dan distribusi bobot depan motor NSF250RW. Data telemetri menunjukkan peningkatan drastis dalam corner entry speed di tikungan 5, 8, dan 12.
“Di FP1 kami kehilangan banyak waktu di tikungan cepat karena motor terlalu goyang di depan. Saya minta tim mengubah sudut kemudi dan menurunkan trail—hasilnya langsung terasa. Motor lebih stabil saat pengereman keras, jadi saya berani masuk tikungan lebih dalam,” ujar Veda usai sesi.
Perubahan tersebut membuahkan hasil instan. Saat sektor 2—yang terdiri dari serangkaian tikungan mengalir—Veda mampu memangkas defisit hingga 0,5 detik hanya dalam satu lap. Sektor 3 yang sempat menjadi kelemahan berubah menjadi senjata dengan exit speed tertinggi di antara 5 besar.
Reaksi Tim dan Pesaing
Honda Team Asia tak menyembunyikan kekagumannya. Kepala teknisi balap tim, yang memantau langsung dari garasi, menyebut penampilan Veda sebagai “salah satu adaptasi tercepat yang pernah ia lihat di kelas Moto3.”
“Veda bukan hanya cepat, tapi paham apa yang dia butuhkan dari motor. Saat kami berikan setelan baru, dia langsung percaya diri dan hasilnya terlihat. Ini kematangan yang tidak biasa untuk pembalap seusianya,” kata teknisi tersebut.
Di sisi lain, rival-rival seperti Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) dan Ryuhei Toba (MSI) justru mengalami kemunduran posisi di sesi yang sama. Peta persaingan mendadak berubah. Dari semula diprediksi hanya menjadi pengisi grid, Veda kini menjelma sebagai dark horse yang patut diwaspadai jelang kualifikasi besok.
Jalan Menuju Q2 dan Balapan Minggu
Dengan raihan P2 di sesi practice, Veda nyaris mengamankan tiket langsung ke Q2—asalkan mempertahankan posisi saat sesi penentu besok pagi. Jika berhasil, ini akan menjadi start terbaiknya di kualifikasi sepanjang musim 2026. Hungaroring dikenal sebagai sirkuit yang sulit untuk menyalip, sehingga posisi start menjadi krusial.
“Target saya minimal masuk dua baris depan. Kalau bisa pole position, itu bonus. Motor sekarang enak sekali, saya yakin bisa lebih cepat lagi,” tandas Veda dengan senyum penuh arti.
Dari P26 ke P2 dalam hitungan jam—Veda Ega Pratama telah mengubah keterpurukan menjadi momentum. Apakah ini sekadar kilasan, atau pertanda kiamat bagi para rivalnya di Hungaria? Jawabannya akan terungkap dalam 48 jam ke depan.
Comments (0)