Tokyo — Nissan Evalia Dijuluki ‘Baby Serena’, Pengganti Grand Livina?

Pasar otomotif Indonesia segera diramaikan oleh MPV kompak terbaru. Nissan Evalia, yang akrab disapa ‘Baby Serena’, dikabarkan menjadi penerus spiritual Gr

Jul 09, 2026 - 14:54
0 0
Tokyo — Nissan Evalia Dijuluki ‘Baby Serena’, Pengganti Grand Livina?

Pasar otomotif Indonesia segera diramaikan oleh MPV kompak terbaru. Nissan Evalia, yang akrab disapa ‘Baby Serena’, dikabarkan menjadi penerus spiritual Grand Livina yang telah lama pensiun. Desain segar, fitur modern, dan banderol kompetitif membuatnya siap mengguncang segmen low MPV yang saat ini dikuasai pemain Jepang lainnya.

Rumor tentang kembalinya nama Evalia sudah berembus sejak awal tahun. Namun, kali ini Nissan tampaknya serius. Dari dokumen paten yang bocor, terlihat siluet mobil dengan proporsi ala Serena namun dimensi lebih ringkas. Grille V-Motion lebar, lampu utama sipit, dan garis bodi tegas mengingatkan pada MPV premium andalan Nissan itu. Tak heran, julukan ‘Baby Serena’ langsung melekat di komunitas otomotif.

Desain dan Fitur: DNA Serena dalam Paket Kecil

Sumber internal Nissan Indonesia yang enggan disebutkan namanya membeberkan bahwa Evalia anyar akan mengusung platform baru yang lebih ringan. “Kami ingin menghadirkan mobilitas keluarga dengan sentuhan premium ala Serena, namun tetap ramah di kantong. Evalia adalah jawabannya,” ujarnya.

“Kami melihat Evalia sebagai penerus spiritual Grand Livina. Bukan sekadar pengganti, tapi lompatan besar dari segi kenyamanan dan teknologi,” kata Chief Marketing Officer Nissan Indonesia, Andi Prasetyo, dalam keterangan tertulis.

Beberapa bocoran spesifikasi yang beredar antara lain:

  • Mesin 1.500 cc 4-silinder naturally aspirated dengan tenaga sekitar 105 PS, dikawinkan transmisi manual 5-percepatan atau CVT.
  • Dimensi panjang 4,2 meter, lebar 1,7 meter, dan jarak sumbu roda 2.750 mm—lebih pendek 200 mm dari Serena, namun leg room kabin diklaim setara.
  • Fitur unggulan: layar sentuh 9 inci dengan Apple CarPlay/Android Auto nirkabel, AC digital di dua baris, porta USB-C di seluruh kursi, serta Nissan Intelligent Mobility berupa kamera 360° dan blind-spot monitoring pada varian tertinggi.
  • Konfigurasi kursi fleksibel, bisa mode 7-seater atau 5-seater dengan bagasi lega. Bangku baris kedua model captain seat opsional.

Strategi Pasar: Gantikan Grand Livina, Lawan Xpander?

Grand Livina pernah menjadi tulang punggung penjualan Nissan Indonesia. Sayang, produksinya dihentikan pada 2019 dan digantikan oleh Livina berbasis Mitsubishi Xpander. Sayangnya, Livina hasil rebadge itu tidak mampu mengulang kejayaan pendahulunya. Kini, pabrikan berlogo matahari terbit itu ingin bermain di jalur berbeda: menghadirkan MPV dengan citra Serena namun harga lebih terjangkau.

Berdasarkan dokumen rencana produk yang dilihat Beritatercepat, Evalia akan dibanderol mulai Rp 220 juta hingga Rp 260 juta (OTR Jakarta). Harga ini persis di bawah Serena (Rp 430 jutaan) dan di atas New Livina (Rp 200 jutaan). Posisi ini kosong di segmen low MPV yang saat ini dikuasai Toyota Avanza/Veloz dan Mitsubishi Xpander.

Nissan tampaknya tidak ingin masuk ke perang harga di kelas Avanza. Melainkan, menyasar konsumen muda dan keluarga kecil yang mendambakan kenyamanan serta fitur setara Serena, namun dengan budget sepertiga lebih murah. Konsep ini mirip strategi Toyota saat meluncurkan Veloz sebagai “mini Alphard”.

Kapan Meluncur? Bocoran Jadwal

Menurut sumber yang sama, Nissan Evalia akan menjalani debut global pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 pada Juli mendatang. Produksi akan dilakukan di pabrik Purwakarta dengan target kapasitas 5.000 unit per bulan. Sebelum itu, unit pra-produksi sudah terlihat diuji di jalan tol Trans-Jawa dengan kamuflase tebal.

“Kami optimistis respon pasar akan positif, apalagi setelah melihat animo terhadap render tidak resmi yang beredar. Banyak yang kangen MPV khas Nissan,” tambah Andi.

Dengan gelombang elektrifikasi yang kian deras, Nissan juga dikabarkan menyiapkan varian hybrid (e-Power) di gelombang kedua—sesuai strategi global merek tersebut. Namun fokus awal tetap pada mesin bensin konvensional demi kejar harga.

Pantau terus Beritatercepat untuk info langsung dari arena GIIAS 2025. Apakah ‘Baby Serena’ bisa menyulap kembali kejayaan Nissan di segmen MPV? Kita tunggu.