Tangerang - Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sudah memasuki hari keenam dan hingga kini api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Situasi ini memaksa ratusan warga sekitar untuk meninggalkan rumah mereka demi menghindari bahaya asap.
Total pengungsi yang tercatat mencapai 232 jiwa. Mereka saat ini ditampung di Balai Desa Tanjungan Mekar, yang dijadikan lokasi pengungsian sementara. Langkah evakuasi ini diambil menyusul meluasnya s
Total pengungsi yang tercatat mencapai 232 jiwa. Mereka saat ini ditampung di Balai Desa Tanjungan Mekar, yang dijadikan lokasi pengungsian sementara. Langkah evakuasi ini diambil menyusul meluasnya sebaran asap pekat dari lokasi kebakaran yang mengancam kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Kronologi dan Penanganan
Peristiwa ini memicu respons cepat dari pemerintah daerah dengan memberlakukan status tanggap darurat bencana kebakaran. Masa tanggap darurat ditetapkan selama dua pekan, terhitung mulai 1 Juli hingga 14 Juli 2026.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, area yang terdampak kebakaran cukup luas, mencapai 15 hektare. Meskipun demikian, upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas gabungan menunjukkan perkembangan signifikan. Sekitar 40 persen dari total area yang terbakar kini telah berhasil dipadamkan.
"232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjungan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, saat memberikan keterangan resmi pada Minggu (5/7/2026).
Tim pemadam di lapangan masih terus berjibaku menangani sisa titik api yang belum padam. Karakteristik kebakaran di TPA yang melibatkan tumpukan sampah dengan kandungan gas metana membuat proses pemadaman memerlukan teknik khusus dan waktu yang lebih panjang dibandingkan kebakaran biasa. Kondisi cuaca dan angin juga menjadi faktor yang memengaruhi kecepatan penanganan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama terkait potensi meluasnya persebaran asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Dukungan logistik dan layanan kesehatan juga terus disalurkan ke lokasi pengungsian guna memenuhi kebutuhan para pengungsi selama masa darurat berlangsung.
Comments (0)