tanda Red Flag yang Harus Diwaspadai dalam Hubungan Menurut Dokter Jiwa

Menjalin hubungan yang sehat idealnya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan saling mendukung antar pasangan. Namun, tidak semua perjalanan asmara berlangsung sesuai angan-angan. Banyak individu tanpa s

Jul 08, 2026 - 08:54
0 0
tanda Red Flag yang Harus Diwaspadai dalam Hubungan Menurut Dokter Jiwa

Menjalin hubungan yang sehat idealnya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan saling mendukung antar pasangan. Namun, tidak semua perjalanan asmara berlangsung sesuai angan-angan. Banyak individu tanpa sadar terjebak dalam dinamika penuh perilaku merugikan yang kerap tersamarkan—inilah yang dikenal sebagai red flag atau tanda bahaya. Spesialis kejiwaan menekankan pentingnya mengenali sejak dini corak hubungan yang dijalani, sebelum dampak buruknya menggerogoti kesehatan mental.

Menurut Dr. Erickson Arthur S, SpKJ, pondasi pokok suatu hubungan wajib bertumpu pada prinsip kesetaraan. Dalam sesi wawancara bersama media kami pada Jumat (3/7/2026), ia memaparkan bahwa relasi tak boleh diwarnai superioritas satu pihak. Kedua insan harus berdiri sejajar, sehingga komunikasi dapat mengalir secara sehat dan terbuka. Ketimpangan yang dibiarkan berlarut akan memicu tekanan emosional serta mengaburkan batas-batas yang semestinya dijaga.

"Relasi harus dibangun atas kesamaan. Semuanya equal, jangan satu merasa superior, satu merasa inferior atau di bawah. Perlu dibangun komunikasi yang baik,"

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dominasi sepihak adalah indikasi awal red flag yang acap kali terabaikan. Ketika satu orang terus-menerus memegang kendali sementara pasangannya merasa rendah, komunikasi yang efektif mustahil terbentuk. Dr. Erick menambahkan bahwa dialog dua arah yang jujur menjadi kunci perekat harmoni. Oleh karena itu, setiap orang perlu berkaca: sudahkah hubungan mencerminkan kesetaraan, atau justru menjerumuskan pada rasa inferior yang mencekik?

Lebih luas, red flag bisa menyusup melalui beragam wujud lain yang tak kalah merusak. Sikap posesif berlebihan, misalnya, sering disalahartikan sebagai tanda perhatian, padahal merupakan upaya mengontrol. Manipulasi halus untuk membelokkan kenyataan, merendahkan pendapat pasangan, atau menyepelekan pencapaian pribadi juga tergolong sinyal bahaya. Pola-pola ini mungkin tampak remeh di permukaan, namun bila terjadi berulang, dampaknya bisa melumpuhkan kepercayaan diri serta memicu kecemasan berkepanjangan. Dengan mengenali isyarat semenjak awal, korban bisa mengambil jarak dan memutus siklus yang tidak sehat.

Kesadaran dalam membaca tanda-tanda ini menjadi tameng utama menjaga kewarasan. Hubungan positif hanya mungkin tumbuh bila dirangkai dari komunikasi asertif dan rasa hormat timbal balik. Membiarkan red flag tanpa tindakan tegas hanya akan mempersempit ruang untuk keluar dari jerat emosional. Beritatercepat.com akan terus menyajikan wawasan mendalam seputar kesehatan mental dan dinamika personal, agar Anda lebih sigap melindungi diri sebelum terlambat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User