Sep 17, 2026
Jawa Tengah

SURAKARTA — Gus Mustain Tegaskan Sabar Harus Diiringi Ikhtiar Nyata

Di tengah berbagai gelombang ujian kehidupan dan bencana yang kerap melanda masyarakat, pemahaman mendalam mengenai konsep ajaran agama menjadi fondasi uta

SURAKARTA — Gus Mustain Tegaskan Sabar Harus Diiringi Ikhtiar Nyata

Di tengah berbagai gelombang ujian kehidupan dan bencana yang kerap melanda masyarakat, pemahaman mendalam mengenai konsep ajaran agama menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan mental serta spiritual. Namun, sering kali timbul persepsi keliru di tengah publik yang mengaitkan kesabaran dengan sikap serba pasrah tanpa tindakan konkret. Menanggapi fenomena tersebut, tokoh ulama memberikan penegasan mendasar untuk meluruskan batas antara kesabaran sejati dan kepasrahan yang keliru.

Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta, KH Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, yang akrab disapa Gus Mustain, mengingatkan umat Islam agar tidak menjebak diri dalam pemahaman fatalistik. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren tersebut, menerima musibah dengan sabar tidak boleh diartikan sebagai tindakan berdiam diri atau menyerah begitu saja pada keadaan tanpa adanya upaya perbaikan secara optimal.

Meluruskan Kekeliruan Makna Sabar dan Pasrah

Dalam pandangan ajaran Islam, kesabaran bukanlah sebuah respons pasif yang membuat seseorang berhenti melangkah. Sebaliknya, sabar merupakan energi dorongan psikologis dan spiritual untuk bangkit mencari jalan keluar terbaik. Gus Mustain menekankan bahwa ajaran agama justru mewajibkan setiap individu untuk memaksimalkan potensi akal, tenaga, dan sumber daya yang dimiliki ketika ditimpa cobaan, baik berupa kesulitan ekonomi, penyakit, maupun bencana alam.

"Sabar itu dinamis, bukan statis. Ketika musibah datang, kewajiban pertama kita adalah berikhtiar mencari jalan keluar. Menyerah tanpa usaha lalu mengatasnamakan sabar adalah pemahaman yang keliru dan harus diluruskan," tegas Gus Mustain saat memberikan arahan keagamaan.
Kategori Sabar Sejati (Aktif) Pasrah Fatalistik (Pasif)
Respon Awal Menerima takdir dengan kelapangan dada dan ketenangan emosional. Meratap tanpa arah atau langsung menyerah pada situasi buruk.
Tindakan Nyata Melakukan ikhtiar maksimal dan mencari solusi konkret. Berdiam diri dan tidak melakukan upaya perbaikan apa pun.
Muara Akhir Bertawakal setelah seluruh proses usaha dijalankan secara optimal. Mengambinghitamkan takdir atas kegagalan atau penderitaan.

Ikhtiar Maksimal Sebelum Mengambil Sikap Tawakal

Lebih jauh, Gus Mustain menjelaskan bahwa konsep tawakal yang benar selalu didahului oleh proses kerja keras atau usaha yang terukur. Menyitir prinsip-prinsip syariat, ia menegaskan bahwa menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT baru sah dilakukan apabila seseorang telah menguras 100 persen kemampuan dalam berikhtiar mengatasi persoalan hidupnya.

Bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian, pemahaman ini menjadi sangat krusial. Dalam konteks bencana alam misalnya, kesabaran diwujudkan dengan melakukan langkah-langkah mitigasi risiko, evakuasi mandiri, serta rekonstruksi kehidupan. Sementara dalam tantangan ekonomi, kesabaran ditunjukkan melalui kerja keras, kreativitas, dan pencarian peluang baru secara konsisten. "Agama tidak pernah mengajar umatnya untuk menjadi pribadi yang lemah dan pasif di tengah penderitaan," tambah Gus Mustain dengan nada penuh penekanan.

Dampak Positif Edukasi Pemahaman Sabar Bagi Umat

Penjelasan komprehensif dari fatwa MUI Surakarta ini diharapkan mampu mengubah pola pikir sebagian masyarakat yang kerap menggunakan alasan "sabar" untuk menutupi ketidakmampuan atau keputusasaan. Dengan menyatukan tiga pilar utama—yaitu ketabahan hati, ikhtiar fisik yang nyata, dan tawakal spiritual—umat diharapkan mampu menghadapi setiap tantangan zaman dengan lebih tangguh dan produktif.

Pada akhirnya, sabar dan ikhtiar merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kesadaran untuk terus berusaha di tengah musibah merupakan wujud keimanan yang paling tinggi, yang tidak hanya mendatangkan kedamaian batin tetapi juga solusi nyata bagi kemaslahatan hidup bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User