Sungai Ciujung Serang Menghitam, DPRD Desak Investigasi Pencemaran Tahunan

Serang, Beritatercepat.com – Kondisi Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi sorotan menyusul perubahan warna air menjadi hitam pekat. Kejadian ini ditanggapi serius oleh anggot

Jul 08, 2026 - 05:50
0 0
Sungai Ciujung Serang Menghitam, DPRD Desak Investigasi Pencemaran Tahunan

Serang, Beritatercepat.com – Kondisi Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi sorotan menyusul perubahan warna air menjadi hitam pekat. Kejadian ini ditanggapi serius oleh anggota DPRD setempat, Ahmad Muhibbin, yang menegaskan fenomena tersebut bukan insiden baru, melainkan bencana ekologis berulang dari tahun ke tahun. Politikus yang kerap disapa Ibin itu mendesak aparat dan pemerintah untuk segera mengusut tuntas pencemaran yang telah menjadi rahasia umum di kalangan warga Serang Utara.

"Saya lahir dan tumbuh di desa yang berada di sepanjang Sungai Ciujung. Karena itu, saya dan masyarakat Serang Utara merasakan langsung kondisi sungai yang sering kali menghitam pekat dari tahun ke tahun," ungkap Ibin saat dihubungi, Senin (22/6/2026).

Bagi Ibin, isu ini bukan sekadar perubahan estetika sungai, melainkan darurat lingkungan yang memerlukan penanganan serius dari semua pemangku kepentingan. Ia mengungkapkan bahwa pencemaran semakin kasat mata saat musim kemarau tiba. Debit air yang surut menyebabkan konsentrasi zat pencemar meningkat drastis, membuat air sungai yang semula keruh berubah gelap dan mengeluarkan aroma menyengat. Saat musim hujan, volume air besar secara temporer mengencerkan limbah, sehingga warna hitam dan bau busuk agak tersamarkan, namun racun tetap mengendap di dasar sungai.

Desakan untuk investigasi menyeluruh menjadi poin krusial yang ia sampaikan. Legislator daerah pemilihan Serang Utara ini menduga kuat adanya pembuangan limbah dari pabrik-pabrik di sekitar daerah aliran sungai yang bertanggung jawab atas pencemaran tahunan ini. “Ini bukan sekadar perubahan warna air, tapi menyangkut ekosistem, kesehatan warga, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sungai. Perlu ada langkah konkret, bukan hanya wacana,” tegasnya. Ia mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan aparat penegak hukum untuk memproses secara pidana setiap pelaku pencemaran, dengan dukungan data ilmiah dari uji laboratorium sampel air.

Sungai Ciujung mengalir sebagai urat nadi bagi ribuan rumah tangga. Airnya digunakan untuk irigasi pertanian, budidaya ikan, dan kebutuhan air baku penduduk. Dampak pencemaran pun dirasakan langsung oleh warga sepanjang bantaran, mulai dari gagal panen akibat air tercemar merembes ke sawah, kematian massal ikan dalam keramba, hingga ancaman penyakit seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan akibat uap amonia. Sejumlah warga yang diwawancarai laporan ini mengeluhkan kondisi sungai yang semakin parah. “Kalau kemarau panjang, airnya hitam banget, baunya menyengat. Ikan di sungai pada mati, kami jadi susah cari air bersih,” keluh salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ahmad Muhibbin menekankan, penyelesaian masalah ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh Pemerintah Kabupaten Serang. Ia mengajak pemerintah provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk duduk bersama. “Ini soal tanggung jawab kita terhadap lingkungan dan generasi mendatang. Saya minta semua pihak meninggalkan ego sektoral dan benar-benar mengusut siapa yang membuang limbah ke sungai ini,” tutup Ibin. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berani melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan yang berpotensi mencemari sungai.

Hingga berita ini diturunkan, media kami masih berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang guna memperoleh keterangan resmi mengenai langkah pengawasan rutin dan respons atas laporan pencemaran tahunan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User