Sulsel Raih Apresiasi Mendagri Usai Sukses Jadi Tuan Rumah Syukuran Dekranas
MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan baru saja mengukir prestasi nasional yang membanggakan. Gelaran puncak syukuran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ...
MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan baru saja mengukir prestasi nasional yang membanggakan. Gelaran puncak syukuran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang berlangsung di Makassar resmi menuai apresiasi tinggi dari Menteri Dalam Negeri. Keberhasilan ini menegaskan posisi Sulsel sebagai daerah yang mampu menggerakkan kebangkitan ekonomi kerakyatan secara masif.
Penghargaan Langsung dari Dekranas
Puncak acara ditandai dengan pemberian penghargaan secara simbolis kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Apresiasi ini diberikan oleh Dekranas atas kontribusi nyata Sulsel dalam pengembangan sektor kerajinan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro.
- Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Dekranas pada malam puncak syukuran
- Pencapaian ini hasil kolaborasi 24 kabupaten/kota yang memamerkan produk unggulan
- Lebih dari 600 perajin lokal terlibat dalam rangkaian pameran dan pelatihan
Mendagri yang hadir secara virtual menyatakan kekagumannya. Menurutnya, Sulsel berhasil membuktikan bahwa desentralisasi dan gerakan PKK bukan sekadar seremoni, melainkan motor penggerak ekonomi langsung di tingkat akar rumput.
Dampak Ekonomi yang Terukur
Bukan hanya seremoni, syukuran ini tercatat memicu geliat transaksi signifikan. Data sementara dari Dinas Koperasi dan UKM Sulsel menunjukkan lonjakan omzet pelaku UMKM selama tiga hari penyelenggaraan.
- Total transaksi menembus angka Rp 8,3 miliar, termasuk kontrak kerja sama lintas daerah
- Produk tenun, anyaman, dan perhiasan perak menjadi komoditas primadona
- 25 stan UMKM berhasil menembus pasar ekspor melalui penjajakan bisnis dengan buyer internasional
Pengamat ekonomi lokal menyebut momentum ini sebagai titik balik. Setelah tekanan pandemi dan ketidakpastian global, pameran semacam ini menjadi katalis penting untuk memulihkan kepercayaan pelaku usaha kecil.
Langkah Konkret Pasca-Acara
Gubernur Andi Sudirman menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir. Pihaknya tengah menyiapkan program inkubasi bagi ratusan perajin muda agar warisan budaya Sulsel tak hanya lestari, tetapi juga berdaya saing tinggi.
“Kami akan segera meluncurkan pasar daring terintegrasi untuk mengkurasi produk-produk terbaik dari desa-desa. Apresiasi ini menjadi pelecut semangat kami,” ujarnya dalam sesi penutupan.
Pemprov juga mengalokasikan anggaran pendampingan sebesar Rp 12 miliar untuk pelatihan desain, kemasan, dan sertifikasi halal bagi UMKM. Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi Sulsel sebagai lumbung kerajinan nasional.
Kunci Sukses: Sinergi Lintas Sektor
Keberhasilan menjadi tuan rumah tidak lepas dari sinergi apik antara Dekranasda, TP PKK, dan pemerintah daerah hingga level kelurahan. Seluruh elemen bahu-membahu menyuguhkan konsep acara yang memadukan pameran, workshop, dan pertunjukan budaya.
Ketua Panitia menyebut bahwa seluruh peserta menerima protokol keramahan khas Sulsel. Hal ini pula yang membuat Mendagri menyebut Sulsel sebagai role model nasional untuk penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan terpadu.
Dengan berakhirnya syukuran, Sulsel kini bersiap menjadi pusat perhatian lebih besar. Beberapa provinsi telah menyatakan minat untuk belajar langsung ke Makassar. Momentum ini membuka jalan bagi Sulsel untuk menjadi tuan rumah event kerajinan berskala internasional berikutnya.
Baca juga:
Comments (0)