Stick Cone di Rawa Buntu Dituding Biang Macet Baru

TANGSEL, DETIK INI JUGA — Kebijakan pemasangan stick cone di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, menuai protes keras dari para pengguna jalan. Alih-alih memperlancar arus lalu lintas, pembatas jalan ber...

Jul 16, 2026 - 11:33
0 0
Stick Cone di Rawa Buntu Dituding Biang Macet Baru

TANGSEL, DETIK INI JUGA — Kebijakan pemasangan stick cone di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, menuai protes keras dari para pengguna jalan. Alih-alih memperlancar arus lalu lintas, pembatas jalan berwarna oranye itu justru dilaporkan menciptakan kemacetan yang lebih parah, terutama saat pagi dan sore hari.

Kemacetan Menjalar Hingga Kilometer

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan kini mengular lebih panjang dari biasanya. Pada jam berangkat kerja, sekitar pukul 06.30 hingga 08.30 WIB, kendaraan dari arah Serpong menuju BSD nyaris tak bergerak. Situasi serupa terjadi pada sore hari ketika para pekerja kembali ke rumah. Stick cone yang dipasang di sepanjang ruas jalan tersebut mempersempit lajur, sehingga mengurangi kapasitas jalan.

Sejumlah pengendara yang ditemui mengaku menghabiskan waktu hingga dua kali lipat lebih lama untuk melintasi kawasan itu. “Dulu macet biasa, sekarang macetnya bikin frustrasi. Jarak yang biasanya 15 menit sekarang bisa 40 menit,” ujar Rina (34), seorang karyawan swasta yang setiap hari melintasi rute tersebut.

Suara Kekecewaan Mengalir Deras

Keluhan tidak hanya datang dari pengguna mobil pribadi, tetapi juga pengendara sepeda motor dan sopir angkutan umum. Mereka menilai pemasangan stick cone tidak dikaji dengan matang. Beberapa titik bahkan dinilai membahayakan karena mengurangi ruang manuver kendaraan darurat seperti ambulans.

Data sementara: Dari 50 responden yang dijajaki tim kami di lapangan, 47 di antaranya menyatakan kebijakan tersebut justru kontraproduktif. Hanya tiga orang yang mendukung dengan alasan keselamatan pejalan kaki.

Belum Ada Penjelasan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan belum memberikan pernyataan resmi terkait dasar pemasangan stick cone tersebut. Sebelumnya, wacana pemasangan pembatas jalan ini memang sempat mencuat sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan lalu lintas di kawasan rawan kecelakaan. Namun, realisasinya yang tiba-tiba tanpa sosialisasi memadai memicu kebingungan dan amarah.

Seorang sumber internal di dishub yang enggan disebutkan namanya mengisyaratkan bahwa evaluasi akan segera dilakukan jika protes terus berlanjut. “Kami akan lihat perkembangannya dalam beberapa hari ke depan. Keselamatan memang prioritas, tapi arus lalu lintas juga tidak boleh terhambat,” ujarnya singkat.

Rekomendasi Alternatif dari Pengamat

Pengamat transportasi, Abdul Malik, menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan rekayasa lalu lintas lain yang lebih ramah terhadap volume kendaraan, seperti penerapan sistem buka-tutup atau pelebaran lajur di sisi lain. “Stick cone solusi murah, tapi jika menimbulkan masalah baru, perlu ditinjau ulang,” katanya dalam wawancara terpisah.

Kemacetan di Serpong sendiri bukan masalah baru, namun intervensi yang tidak tepat dikhawatirkan justru memperburuk kondisi yang sudah kronis. Warga berharap ada solusi yang benar-benar bisa mengurai kemacetan, bukan sekadar pemindahan titik macet.

Rencananya, evaluasi bersama antara pihak dishub, kepolisian, dan perwakilan pengguna jalan dijadwalkan pada awal pekan depan. Publik berharap pertemuan tersebut menghasilkan keputusan yang tidak lagi merugikan pengendara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User