Sep 17, 2026
Nasional

Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Alami Kejang dan Hilang Ingatan

BERITATERCEPAT.COM, KARO — Program uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berujung petaka bagi seorang siswi bernama Febion

Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Alami Kejang dan Hilang Ingatan

BERITATERCEPAT.COM, KARO — Program uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berujung petaka bagi seorang siswi bernama Febiona Purba (16). Remaja tersebut harus duduk terkulai lemas di atas kursi roda setelah menjadi korban keracunan massal yang memicu kejang-kejang hebat hingga kehilangan ingatan.

Kondisi Febiona yang memprihatinkan kini mendapat penanganan intensif dari tim medis spesialis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan. Pihak keluarga mengaku sangat terpukul melihat kondisi sang anak yang hingga kini kesulitan mengenali orang-orang terdekat di sekitarnya.

Kronologi Kejadian dan Munculnya Gejala Berat

Peristiwa nahas ini bermula ketika Febiona mengonsumsi menu makanan yang dibagikan di sekolahnya dalam rangka program MBG. Selang beberapa jam setelah santapan tersebut habis, korban mulai merasakan reaksi fisik yang tidak wajar.

  1. Gejala Awal: Korban mengeluhkan mual, pusing berkepanjangan, dan sakit perut melilit beberapa jam pascakonsumsi makanan.
  2. Penurunan Kondisi: Memasuki malam hari, korban mengalami muntah terus-menerus yang disusul dengan demam tinggi.
  3. Kondisi Kritis: Tubuh korban mengalami kejang mendadak hingga hilang kesadaran, sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat.
  4. Rujukan ke Medan: Karena kondisinya terus memburuk dan mulai linglung serta lupa ingatan, korban langsung dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik.
"Anak kami awalnya hanya mengeluh mual biasa, tapi tiba-tiba tubuhnya kaku dan kejang. Setelah sadar, dia sama sekali tidak ingat apa yang terjadi dan tidak mengenali kami keluarganya," ungkap salah satu kerabat korban dengan nada cemas.

Penanganan Medis di RSUP Haji Adam Malik

Hingga saat ini, tim dokter spesialis di RSUP Haji Adam Malik Medan masih terus melakukan serangkaian observasi neurologis dan pemeriksaan toksikologi untuk memastikan pemicu utama gangguan saraf yang dialami Febiona. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa diagnosa pasti belum dapat dirilis secara resmi.

Manajemen rumah sakit menyampaikan bahwa Febiona memerlukan pemantauan berkala guna menstabilkan fungsi kognitif dan saraf motoriknya. Penanganan medis berfokus pada:

  • Pembersihan Racun: Pemberian terapi cairan intensif untuk menetralisasi sisa zat beracun di dalam saluran pencernaan.
  • Pemeriksaan Neurologis: Pemindaian otak dan rekam gelombang saraf guna mendeteksi penyebab pasti kejang serta hilangnya memori ingatan.
  • Dukungan Nutrisi: Terapi pemulihan fisik mengingat kondisi pasien yang masih sangat lemas dan belum mampu berdiri mandiri.

Desakan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Kasus keracunan makanan massal ini memicu gelombang desakan dari berbagai pihak agar pihak berwenang mengusut tuntas rantai penyediaan katering MBG di Kabupaten Karo. Dinas Kesehatan setempat bersama aparat kepolisian kini telah mengamankan sampel makanan untuk diuji secara komprehensif di laboratorium forensik dan Balai Besar POM.

Masyarakat dan orang tua siswa menuntut adanya standar operasional prosedur (SOP) higienitas yang jauh lebih ketat. Tragedi yang menimpa Febiona Purba menjadi alarm keras bagi pelaksana program agar aspek keamanan pangan serta uji kelayakan nutrisi diprioritaskan demi keselamatan generasi penerus bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User