Sep 17, 2026
Nasional

Menbud Tinjau Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir Bersama Putri Proklamator

Suasana nostalgia dan keheningan sejarah menyelimuti kawasan bangunan tua di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Menteri Kebudayaan (Menbud) melakukan kunjungan nap

Menbud Tinjau Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir Bersama Putri Proklamator

Suasana nostalgia dan keheningan sejarah menyelimuti kawasan bangunan tua di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Menteri Kebudayaan (Menbud) melakukan kunjungan napak tilas ke Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Kunjungan bernilai sejarah tinggi ini terasa kian istimewa karena didampingi langsung oleh putri dari kedua pahlawan nasional tersebut, yakni Prof. Dr. Meutia Hatta (putri Bung Hatta) dan Siti Rabyah Parvati Sjahrir (putri Sutan Sjahrir).

Langkah para tokoh ini menyusuri setiap sudut rumah kayu bergaya kolonial tersebut seolah membuka kembali lembaran catatan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Rumah yang terletak di kawasan Sukabumi ini menjadi saksi bisu peralihan kekuasaan dan perjuangan intelektual kedua founding fathers sebelum kemerdekaan diproklamasikan pada tahun 1945.

Jejak Perjuangan Intelektual di Sukabumi

Rumah pengasingan Sukabumi memiliki catatan histori yang sangat krusial. Setelah menempuh masa pembuangan yang berat di Boven Digoel, Papua, serta Banda Neira, Maluku, Bung Hatta dan Sutan Sjahrir dipindahkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Sukabumi pada awal tahun 1942. Di tempat inilah keduanya terus mengasah gagasan kebangsaan meski berada dalam pengawasan ketat aparat kolonial dan di tengah situasi Perang Dunia II yang kian bergejolak.

Dalam kesempatan tersebut, Meutia Hatta membagikan kenangan dan kisah yang diwariskan oleh ayahnya mengenai masa-masa penahanan di Sukabumi. Menurutnya, tempat ini bukan sekadar lokasi isolasi politik, melainkan ruang berpikir kritis di mana gagasan mengenai struktur negara demokrasi Indonesia matang didiskusikan.

"Rumah ini adalah saksi bagaimana semangat ketahanan mental para pendiri bangsa tidak pernah padam, meskipun raga mereka dibatasi oleh tembok-tembok pengasingan," ujar Meutia Hatta di sela-sela peninjauan kawasan cagar budaya tersebut.

Komitmen Revitalisasi Cagar Budaya Nasional

Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk menjaga, merawat, dan memelihara seluruh aset sejarah bangsa. Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi dipastikan menjadi salah satu prioritas dalam program revitalisasi cagar budaya nasional guna mempertahankan keaslian arsitektur serta nilai edukatifnya.

Menbud menekankan bahwa generasi muda membutuhkan ruang edukasi fisik yang valid untuk memahami betapa mahalnya harga sebuah kemerdekaan. Penataan infrastruktur penunjang di sekitar lokasi pengasingan akan ditingkatkan tanpa merusak keaslian bentuk fisik bangunan lama.

Berikut adalah ikhtisar perjalanan pengasingan dua tokoh bangsa tersebut yang dicatat dalam dokumen sejarah nasional:

Lokasi Pengasingan Kurun Waktu Fokus Perjuangan Tokoh
Boven Digoel (Papua) 1935 – 1936 Bertahan hidup dan pembinaan mental antar sesama tahanan politik.
Banda Neira (Maluku) 1936 – 1942 Mengajar anak-anak lokal, menulis artikel, dan perumusan gagasan ekonomi.
Sukabumi (Jawa Barat) 1942 Analisis situasi Perang Pasifik dan konsolidasi strategi menuju kemerdekaan.

Merawat Ingatan Kolektif Bangsa

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi terbatas mengenai rencana pengembangan situs pengasingan menjadi pusat edukasi sejarah modern yang ramah bagi pelajar dan wisatawan sejarah. Pemerintah berkomitmen menjadikan tempat ini sebagai destinasi literasi kebangsaan.

Kehadiran para ahli waris seperti Siti Rabyah Parvati dan Meutia Hatta memberikan energi baru dalam upaya pelestarian sejarah ini. Upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan para pendiri bangsa dianggap sebagai benteng utama dalam menjaga identitas nasional di era globalisasi.

  • Pelestarian Struktur Asli: Menjaga setiap ornamen kayu dan mebeler peninggalan Bung Hatta serta Sjahrir.
  • Digitalisasi Informasi Sejarah: Menyediakan sarana pemandu digital interaktif bagi para pengunjung museum.
  • Integrasi Wisata Edukasi: Menghubungkan rumah pengasingan dengan rute sejarah lain di kawasan Jawa Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User