Sisir Total! Polisi Amankan SDN di Jagakarsa Pasca Teror Bom
JAKARTA, DET IK INI JUGA — Suasana belajar di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak berubah mencekam. Sebuah ancaman bom yang diterima pihak sekolah memaksa evakuasi massal da...
JAKARTA, DET IK INI JUGA — Suasana belajar di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mendadak berubah mencekam. Sebuah ancaman bom yang diterima pihak sekolah memaksa evakuasi massal dan penyisiran ketat oleh aparat kepolisian. Ratusan siswa dan guru segera digiring keluar begitu informasi ancaman menyebar.
Kronologi Darurat
Informasi dihimpun menyebutkan ancaman diterima melalui sambungan telepon sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak sekolah yang sudah terlatih menghadapi situasi darurat langsung mengaktifkan protokol evakuasi. Dalam waktu kurang dari 10 menit, 478 siswa dan 30 tenaga pengajar berhasil dikumpulkan di titik kumpul aman berjarak 100 meter dari gedung utama.
Kepanikan sempat melanda, terutama di kalangan orang tua yang langsung berdatangan. "Saya langsung lemas begitu dapat kabar. Alhamdulillah semuanya selamat," ujar Rahma, ibu dari seorang siswa kelas 4. Pihak sekolah melalui humasnya menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh siswa dalam pantauan.
Penyisiran Ketat
Tim Gegana Polda Metro Jaya serta unit Penjinak Bom (Jibom) tiba di lokasi pukul 09.20 WIB. Mereka menyisir setiap sudut bangunan sekolah berlantai dua itu, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, gudang, hingga selokan. Anjing pelacak K-9 dikerahkan untuk mendeteksi material eksplosif.
Kapolsek Jagakarsa yang belum disebutkan identitasnya mengonfirmasi bahwa penyisiran berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dan nihil temuan benda mencurigakan. "Kami sudah melewati seluruh area. Situasi dinyatakan aman dan steril," tegasnya melalui sambungan telepon. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar hari ini dihentikan total. Pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menggelar pembelajaran daring jika diperlukan.
Pemburuan Pelaku
Kepolisian kini fokus melacak identitas penelepon misterius yang menyebar teror. Tim siber dikerahkan untuk menyisir rekaman CCTV di lingkungan sekolah serta melacak sinyal nomor tak dikenal tersebut. "Kami serius menangani kasus ini. Jangan coba-coba melakukan teror karena jeratan hukumnya berat," ujar seorang perwira di lokasi.
Ancaman bom fiktif marak terjadi di Jakarta dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari pusat perbelanjaan hingga fasilitas publik. Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menerima ancaman serupa. Insiden di Srengseng Sawah ini menjadi peringatan bagi institusi pendidikan untuk memperkuat protokol keamanan, termasuk pelatihan penanganan teror bagi seluruh warga sekolah.
- Ancaman diterima pukul 09.00 WIB; seluruh warga sekolah dievakuasi dalam 10 menit.
- Tim Gegana dan Jibom menyisir total bangunan tanpa temuan mencurigakan.
- Kegiatan belajar dihentikan sementara; opsi pembelajaran daring disiapkan.
- Kepolisian memburu pelaku melalui analisis telepon dan CCTV.
Baca juga:
Comments (0)