Sindikat Judi Online Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil-Vietnam untuk Kelabui Pemblokiran
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri berhasil mengungkap modus canggih sindikat judi online yang beroperasi dari Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Dalam o
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri berhasil mengungkap modus canggih sindikat judi online yang beroperasi dari Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, terungkap bahwa jaringan ini sengaja menyewa dan memanfaatkan server yang berlokasi di luar negeri, seperti Brasil dan Vietnam. Langkah ini diduga kuat diambil untuk menghindari upaya pemblokiran situs yang gencar dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, pengungkapan ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan mendalam. Para pelaku diketahui mengelola sedikitnya 145 situs web, domain, dan portal perjudian secara bergantian. Strategi rotasi ratusan situs ini bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah taktik sistematis untuk memperpanjang usia operasional jaringan mereka dari pantauan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Ditemukan sebanyak 145 web ataupun domain ataupun situs perjudian yang dikelola oleh para tersangka secara bergantian. Mengapa secara bergantian? Karena ini dimaksudkan untuk menghindari pemblokiran dari Kementerian Komdigi," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Lebih lanjut, Brigjen Wira Satya Triputra menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis digital forensik yang dilakukan tim investigasi, alamat IP (Internet Protocol) serta layanan hosting dari ratusan situs judi tersebut tidak terpusat di satu lokasi. Server-server itu tersebar di beberapa negara. Langkah menyebar server ke berbagai yurisdiksi internasional ini mempersulit pihak berwenang dalam melakukan penelusuran dan pemblokiran secara total.
Negara-negara seperti Brasil dan Vietnam dipilih karena regulasi internet dan penegakan hukum terhadap konten perjudian di sana mungkin tidak seketat di Indonesia atau memiliki celah birokrasi. Dengan menggunakan server asing, sindikat ini berharap dapat terus mengakses pasar Indonesia tanpa terdeteksi. Namun, kerja sama digital forensik yang intensif akhirnya mampu memetakan jejak digital para tersangka.
Media kami juga mengonfirmasi bahwa polisi kini tengah mendalami keterlibatan pihak-pihak lain yang membantu penyediaan infrastruktur teknologi informasi bagi sindikat tersebut. Pendalaman ini tidak menutup kemungkinan menjerat aktor-aktor yang berada di luar negeri. Saat ini, para tersangka yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif, dan polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini untuk memutus rantai pasok perjudian daring yang merugikan masyarakat. Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen Bareskrim Polri dalam memberantas kejahatan siber transnasional yang semakin kompleks.
Comments (0)