Sekaten Keraton Solo Berlangsung di Dua Lokasi, Pemerintah Kota Siaga
BREAKING — Dua kubu Keraton Surakarta Hadiningrat menggelar Sekaten secara bersamaan di dua lokasi berbeda pagi ini, memecah pusat kota dan memicu respons cepat pemerintah daerah.Dua Titik Sakral Se...
BREAKING — Dua kubu Keraton Surakarta Hadiningrat menggelar Sekaten secara bersamaan di dua lokasi berbeda pagi ini, memecah pusat kota dan memicu respons cepat pemerintah daerah.
Dua Titik Sakral Sekaligus
BARU SAJA, kedua faksi istana mengawali ritual tradisional sejak pukul 08.00 WIB. Kubu yang dipimpin PB XIV Purbaya mengambil tempat di Alun-alun Selatan. Sementara itu, kubu PB XIV Mangkubumi mendirikan panggung besar di Alun-alun Utara Keraton.
Perbedaan ini bukan sekadar lokasi; tiap pihak mengklaim sebagai pewaris sah tradisi Grebeg Mulud yang telah berlangsung ratusan tahun. Saksi mata melaporkan kedua arena dipenuhi ribuan warga, gamelan bergema, dan aroma kemenyan menyelimuti udara. Pengamanan diperketat sejak subuh — Polresta Solo menurunkan 180 personel, Satpol PP menambah 50 anggota, dan petugas Dinas Perhubungan mengalihkan arus lalu lintas sejak menuai kemacetan.
Fakta Kunci di Lapangan
- Kubu PB XIV Purbaya menggunakan Alun-alun Selatan; prosesi diawali dengan kirab pusaka.
- Kubu PB XIV Mangkubumi menguasai Alun-alun Utara; gunungan setinggi 3 meter sudah disiapkan di depan panggung.
- Kedua acara dijadwalkan hingga malam puncak Grebeg pada 12 Syawal, namun tanpa koordinasi.
- Jumlah massa masing-masing dilaporkan melampaui 2.000 orang hingga pukul 10.00 WIB.
- KONFIRMASI dari Pemerintah Kota: belum ada izin resmi ganda; dua surat permohonan dari pihak berbeda.
- Lima ambulans disiagakan, posko darurat didirikan oleh BPBD Solo di kedua alun-alun.
Pemerintah Kota Buka Suara
UPDATE MENIT LALU — Juru Bicara Pemerintah Kota Solo menyatakan status siaga terbatas karena potensi benturan massa. "Kami tidak melarang tradisi, namun meminta kedua pihak menahan diri dan menghormati ruang publik bersama. Dialog sedang dijembatani," tegasnya saat jumpa pers kilat di Balai Kota.
Bahkan, Pemkot mengakui telah menerima dua surat pemberitahuan yang saling bertolak belakang. Hal ini membuat penutupan jalan dan penempatan panggung sempat ricuh pada dini hari. Walikota disebut akan menggandeng Forkopimda untuk mediasi darurat malam ini.
Situasi Dinamis
Perkembangan terbaru menunjukkan belum terjadi bentrokan fisik. Namun, ketegangan terasa di sepanjang Jalan Slamet Riyadi yang memisahkan dua alun-alun. Saksi mata mengatakan teriakan dukungan dari masing-masing pendengar membuat situasi makin memanas. "Ini perpecahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kami khawatir saat malam puncak nanti," ujar Teguh, pedagang kaki lima yang sudah 15 tahun berjualan di sekitar Keraton.
Hingga siang ini, negosiasi berlangsung di kediaman pangeran sepuh. Sementara gamelan terus ditabuh di kedua lokasi, warga Solo berharao tradisi tidak berubah menjadi arena konflik. Pewarta Beritatercepat akan terus memantau situasi darurat ini.
Comments (0)