SDN Tanggirejo Grobogan Direvitalisasi Pasca Serangan Rayap

GROBOGAN, DETIK INI JUGA — Gedung SD Negeri Tanggirejo yang sempat ambruk dimakan rayap kini telah berdiri kembali. Pemerintah merampungkan revitalisasi total bangunan tersebut dalam waktu kurang da...

Jul 28, 2026 - 01:39
0 0
SDN Tanggirejo Grobogan Direvitalisasi Pasca Serangan Rayap

GROBOGAN, DETIK INI JUGA — Gedung SD Negeri Tanggirejo yang sempat ambruk dimakan rayap kini telah berdiri kembali. Pemerintah merampungkan revitalisasi total bangunan tersebut dalam waktu kurang dari enam bulan.

Kondisi sekolah sebelumnya sangat memprihatinkan. Kayu penyangga atap keropos, plafon jebol, dan dinding retak di banyak titik. Serangan rayap sudah berlangsung bertahun-tahun dan mencapai puncaknya pada awal 2025, memaksa kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke tenda darurat.

Intervensi Cepat lewat Program Revitalisasi

Pemerintah kabupaten mengucurkan anggaran darurat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Proyek ini menelan biaya sekitar Rp2,8 miliar yang mencakup pembongkaran total struktur lama dan pembangunan gedung baru dua lantai.

Kepala Dinas Pendidikan setempat, dalam keterangannya, menyebut proyek ini prioritas utama. "Kami tidak mau anak-anak belajar di bawah ancaman atap runtuh. Begitu laporan masuk, tim teknis langsung turun dan menetapkan status darurat," ujarnya.

Pekerjaan dimulai pada Maret 2026 dan ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru. Kontraktor lokal mengerahkan lebih dari 50 pekerja untuk mengebut pembangunan. Material yang digunakan kini anti-rayap, termasuk rangka atap baja ringan dan kayu olahan berlapis bahan kimia khusus.

  • Lokasi: Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan
  • Anggaran: Rp2,8 miliar dari APBD Perubahan
  • Durasi pengerjaan: Maret – Agustus 2026
  • Fasilitas baru: 6 ruang kelas, 1 laboratorium komputer mini, perpustakaan, toilet terpisah
  • Status: Siap digunakan untuk tahun ajaran 2026/2027

Transformasi Fisik dan Semangat Baru

Bangunan baru tampil kontras dengan kondisi lama. Lantai keramik putih menggantikan tanah yang dulu becek saat hujan. Jendela kaca lebar memaksimalkan pencahayaan alami. Koridor sepanjang 30 meter menghubungkan seluruh ruang kelas, memberi akses aman bagi 157 siswa yang terdaftar.

Kepala SDN Tanggirejo, yang mendampingi tim verifikasi, mengaku haru. "Dulu saya was-was setiap musim hujan. Sekarang murid-murid bisa belajar dengan tenang," katanya. Ia menambahkan, proses belajar di tenda darurat selama setahun terakhir banyak mengganggu konsentrasi siswa, terutama saat cuaca panas dan hujan deras.

Dampak dan Harapan

Orang tua murid menyambut baik revitalisasi ini. Salah satu wali murid, Siti, mengatakan anaknya kini tidak lagi mengeluh kepanasan atau takut kehujanan di kelas. "Sekarang malah semangat berangkat sekolah," ucapnya sambil tersenyum.

Dengan rampungnya proyek ini, SDN Tanggirejo diharapkan menjadi model bagi sekolah lain yang kondisinya kritis. Dinas Pendidikan berencana melanjutkan audit bangunan sekolah di seluruh kabupaten untuk mencegah kejadian serupa. Program revitalisasi serupa juga tengah berjalan di tiga sekolah lain yang teridentifikasi rawan kerusakan struktural.

Pemerintah daerah menegaskan, perlindungan terhadap sarana pendidikan dasar adalah investasi jangka panjang. Ke depan, setiap sekolah akan mendapat anggaran pemeliharaan rutin agar kasus ambruknya bangunan akibat rayap tidak terulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User