SAR Ditutup, 2 Korban KMP Mutiara Masih Hilang

BARU SAJA — Operasi pencarian korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II resmi dihentikan, namun nasib dua penumpang yang dilaporkan hilang masih menjadi misteri. Tim SAR gabungan memutuskan mengakhiri...

Aug 07, 2026 - 06:41
0 0
SAR Ditutup, 2 Korban KMP Mutiara Masih Hilang

BARU SAJA — Operasi pencarian korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II resmi dihentikan, namun nasib dua penumpang yang dilaporkan hilang masih menjadi misteri. Tim SAR gabungan memutuskan mengakhiri pencarian setelah delapan hari melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian.

Keputusan penutupan operasi ini diumumkan langsung oleh koordinator lapangan Basarnas, yang menyatakan bahwa pencarian telah mencapai batas maksimal. "Kami telah melakukan penyisiran hingga radius 10 mil laut dari titik kebakaran, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujarnya dalam konferensi pers di posko utama.

Keluarga Menolak Pasrah

Di tengah pengumuman resmi tersebut, sejumlah keluarga korban masih bertahan di dermaga. Mereka menolak menerima kenyataan bahwa operasi telah ditutup. Air mata dan isak tangis mewarnai suasana ketika petugas membacakan daftar korban yang belum ditemukan.

"Saya tidak akan pulang sebelum anak saya ditemukan. Operasi boleh ditutup, tapi saya akan terus mencari," ujar seorang ibu yang anaknya tercatat sebagai penumpang kapal nahas tersebut. Pernyataan ini menggambarkan keputusasaan yang masih menyelimuti keluarga korban.

  • Dua penumpang masih dinyatakan hilang hingga saat ini
  • Delapan hari operasi SAR berlangsung sebelum ditutup
  • 10 mil laut radius pencarian yang telah dilakukan
  • 35 korban selamat telah dievakuasi dalam kondisi selamat

Kronologi Kebakaran Mencekam

Kebakaran melanda KMP Mutiara Sentosa II pada Selasa dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA. Kapal yang mengangkut puluhan penumpang dan kendaraan tersebut terbakar saat berada di tengah perjalanan. Saksi mata melaporkan api pertama kali terlihat dari bagian mesin kapal.

"Saya mendengar ledakan keras sebelum api membesar. Semua penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri," kata seorang saksi mata yang selamat dari musibah tersebut. Kepanikan membuat proses evakuasi berlangsung tidak tertib, dan sejumlah penumpang dilaporkan terjun ke laut.

Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat tiba di lokasi sekitar satu jam setelah laporan diterima. Namun api telah melalap sebagian besar badan kapal, memaksa tim untuk memprioritaskan penyelamatan penumpang yang masih berada di dalam air.

Data Korban yang Masih Simpang Siur

Hingga berita ini diturunkan, data resmi korban masih belum final. Beberapa nama yang sempat dilaporkan selamat ternyata tidak ditemukan di rumah sakit rujukan. Sebaliknya, ada keluarga yang menerima kabar duka namun tidak dapat mengidentifikasi jenazah karena kondisi yang tidak memungkinkan.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Tim DVI masih bekerja untuk mengidentifikasi korban," tegas seorang juru bicara kepolisian. Proses identifikasi menggunakan data gigi dan DNA sedang berlangsung di rumah sakit setempat.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Tim investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah diterjunkan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di ruang mesin, namun belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Kapal tersebut diketahui berangkat dari pelabuhan dengan membawa muatan melebihi kapasitas. Data manifest menunjukkan jumlah penumpang yang tercatat berbeda dengan jumlah aktual di atas kapal. Hal ini menjadi sorotan utama dalam proses investigasi.

  • Korsleting listrik menjadi dugaan awal penyebab kebakaran
  • Manifest tidak sesuai dengan jumlah penumpang aktual
  • KNKT telah membentuk tim investigasi khusus
  • Proses evakuasi terkendala oleh kepanikan penumpang

Perkembangan Terkini Pencarian

Meskipun operasi SAR resmi ditutup, tim Basarnas menyatakan akan tetap melakukan pemantauan pasif. Artinya, jika ada laporan penemuan atau tanda-tanda keberadaan korban, tim akan langsung dikerahkan kembali. "Kami tidak menutup kemungkinan untuk membuka kembali operasi jika ada petunjuk baru," tambah koordinator lapangan.

Sementara itu, keluarga korban yang masih hilang telah membentuk posko mandiri di dekat pelabuhan. Mereka menggalang dana dan bantuan logistik untuk melanjutkan pencarian secara swadaya. Beberapa nelayan lokal juga telah menawarkan diri untuk membantu menyisir perairan menggunakan perahu tradisional.

Pemerintah daerah setempat berjanji akan memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban. Bantuan santunan sementara juga telah disalurkan untuk meringankan beban ekonomi mereka. Namun, semua itu tidak dapat menggantikan kehadiran orang-orang yang mereka cintai.

Hingga berita ini diturunkan, dua nama masih tertulis di papan informasi sebagai korban hilang. Keluarga mereka terus berharap akan ada keajaiban. Operasi mungkin telah ditutup, tetapi harapan tidak akan pernah padam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User