Rugi Indofarma Turun Jadi Rp 77,9 Miliar
PT Indofarma (Persero) Tbk (kode saham INAF) berhasil mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang cukup signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan farmasi milik negara tersebut memang masih mem
PT Indofarma (Persero) Tbk (kode saham INAF) berhasil mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang cukup signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan farmasi milik negara tersebut memang masih membukukan rugi bersih, namun angkanya telah menurun drastis dibandingkan dengan periode sebelumnya. Di tengah berbagai tantangan industri yang semakin kompleks, langkah-langkah restrukturisasi dan efisiensi yang dijalankan manajemen mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan bagi para pemegang saham dan stakeholder.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dirilis Beritatercepat.com, INAF mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 77,9 miliar sepanjang tahun buku 2025. Angka tersebut turun sangat signifikan, yakni sebesar 76,7%, dari kerugian periode berjalan pada tahun 2024 yang mencapai Rp 334,5 miliar. Meski belum mampu kembali ke zona profit, perbaikan ini dianggap sebagai indikasi positif bahwa fundamental perusahaan sedang mengalami perbaikan bertahap yang cukup kuat.
Dari sisi pendapatan, Indofarma membukukan penjualan bersih sebesar Rp 151,5 miliar selama periode yang sama. Manajemen menilai capaian ini tetap harus diapresiasi mengingat industri farmasi domestik masih berhadapan dengan tekanan likuiditas yang membatasi ekspansi operasional. Selain itu, dinamika ekonomi global yang tidak menentu turut mempengaruhi daya beli pasar dan rantai distribusi obat-obatan nasional.
Efisiensi Operasional dan Optimasi Pendapatan Lain
Penurunan rugi yang signifikan tersebut tidak terlepas dari strategi efisiensi agresif yang dijalankan oleh perseroan. Salah satu pilar utamanya adalah pemangkasan beban umum dan administrasi yang berhasil ditekan hingga 55,2% lebih rendah dari tahun 2024. Kebijakan ini diimplementasikan bersamaan dengan transformasi operasional yang lebih ramping dan fokus pada aktivitas bisnis yang memberikan kontribusi terbesar bagi perusahaan.
Selain penghematan biaya, Indofarma juga berhasil mengoptimalkan pendapatan lainnya untuk mendukung penguatan posisi kas dan permodalan. Kombinasi dari disiplin fiskal serta pencarian sumber revenue baru dinilai berhasil menciptakan fondasi keuangan yang lebih kokoh. Ke depan, manajemen berkomitmen untuk terus mendorong inovasi produk dan menjalin kolaborasi strategis guna mempercepat pemulihan serta membawa perusahaan kembali ke jalur profitabilitas berkelanjutan.
Comments (0)