Rohit Dadwal Soroti Transformasi Pemasaran Digital di Indonesia

Jakarta, Beritatercepat.com — CEO Asia Pasifik (APAC) Marketing + Media Alliance (MMA), Rohit Dadwal, hadir sebagai pembicara utama dalam gelaran MMA Marke

Jul 18, 2026 - 14:21
0 0
Rohit Dadwal Soroti Transformasi Pemasaran Digital di Indonesia

Jakarta, Beritatercepat.com — CEO Asia Pasifik (APAC) Marketing + Media Alliance (MMA), Rohit Dadwal, hadir sebagai pembicara utama dalam gelaran MMA Marketing Talk Indonesia 2026 yang berlangsung di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026). Kehadirannya membawa angin segar bagi para pelaku industri pemasaran Tanah Air yang tengah bergulat dengan disrupsi teknologi dan perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis.

Dalam sesi yang berlangsung selama hampir 90 menit tersebut, Dadwal memaparkan secara komprehensif tentang lanskap pemasaran modern di kawasan Asia Pasifik. Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar paling menjanjikan dengan pertumbuhan pengguna internet yang mencapai lebih dari 215 juta orang pada tahun 2026, menjadikannya negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Sesi Pembuka: Potret Pemasaran Digital APAC 2026

Mengawali presentasinya, Dadwal menyajikan data terkini mengenai belanja iklan digital di kawasan Asia Pasifik. Menurut laporan terbaru MMA, total pengeluaran iklan digital di APAC diproyeksikan menembus angka USD 280 miliar sepanjang tahun 2026, naik signifikan dari USD 245 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh masifnya adopsi perangkat mobile, penetrasi media sosial yang terus meluas, serta semakin matangnya ekosistem e-commerce di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

"Indonesia bukan lagi sekadar pasar potensial. Indonesia adalah kekuatan utama yang membentuk arah industri pemasaran di Asia Pasifik. Para pemasar global tidak bisa lagi mengabaikan dinamika yang terjadi di sini," ujar Dadwal dengan penuh keyakinan di hadapan lebih dari 300 peserta yang hadir.

Transformasi Perilaku Konsumen Pasca-Pandemi

Dadwal mengupas secara mendalam bagaimana pandemi COVID-19 telah mengakselerasi transformasi digital secara permanen. Konsumen Indonesia, menurut survei MMA, kini menghabiskan rata-rata 5,7 jam per hari mengonsumsi konten digital melalui berbagai platform. Angka ini melampaui rata-rata global yang berada di kisaran 4,8 jam. Pergeseran ini menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi para pemasar untuk merancang strategi omnichannel yang lebih personal dan relevan.

Lebih lanjut, ia menyoroti tiga pilar utama yang menurutnya akan mendefinisikan kesuksesan pemasaran di era baru ini. Pertama, personalisasi berbasis data — bukan sekadar menyapa konsumen dengan nama depan, melainkan menghadirkan pengalaman yang benar-benar disesuaikan dengan preferensi dan konteks individual. Kedua, integrasi seamless antara kanal online dan offline yang memungkinkan konsumen berpindah antar touchpoint tanpa friksi. Ketiga, otentisitas dan transparansi merek yang semakin dituntut oleh konsumen generasi Z dan milenial yang kritis.

Peran Kecerdasan Buatan dalam Pemasaran Modern

Salah satu segmen paling menarik dari presentasi Dadwal adalah pembahasan mengenai adopsi artificial intelligence (AI) dalam strategi pemasaran. Ia mengungkapkan bahwa 67% perusahaan di kawasan APAC telah mengintegrasikan AI dalam setidaknya satu aspek operasi pemasaran mereka — mulai dari analitik prediktif, personalisasi konten, hingga otomatisasi layanan pelanggan melalui chatbot canggih.

Namun, Dadwal juga memberikan peringatan keras. Ia menekankan bahwa teknologi AI bukanlah solusi ajaib yang bisa diterapkan begitu saja tanpa strategi yang matang. "AI tanpa data berkualitas hanyalah algoritma kosong. Dan data tanpa konteks manusia hanyalah sekumpulan angka yang tidak bermakna," tegasnya. Ia mendorong perusahaan untuk berinvestasi pada tata kelola data yang baik dan membangun tim yang memiliki literasi teknologi memadai sebelum terjun ke implementasi AI secara penuh.

Studi Kasus: Keberhasilan Brand Lokal Go Global

Dadwal menutup sesi utamanya dengan memaparkan sejumlah studi kasus inspiratif dari brand-brand Indonesia yang berhasil menembus pasar regional dan global. Ia menyebut bahwa kunci keberhasilan mereka terletak pada kemampuan mengadaptasi nilai-nilai lokal ke dalam narasi universal yang dapat diterima oleh audiens internasional. "Brand Indonesia memiliki keunikan storytelling yang sangat kuat. Ini adalah aset yang perlu terus diasah dan dikapitalisasi," tambahnya.

Acara MMA Marketing Talk Indonesia 2026 ini juga dimeriahkan dengan sesi panel diskusi yang melibatkan para praktisi pemasaran terkemuka dari berbagai industri, termasuk perbankan, FMCG, dan teknologi. Antusiasme peserta terlihat dari membludaknya sesi tanya jawab yang berlangsung hingga melebihi waktu yang dijadwalkan.

Dengan berakhirnya acara ini, harapan besar tertuju pada bagaimana para pemasar Indonesia dapat mengimplementasikan wawasan yang telah dibagikan. Sebagaimana ditekankan Dadwal dalam kalimat penutupnya, "Masa depan pemasaran bukan tentang siapa yang memiliki anggaran terbesar, melainkan siapa yang paling cerdas memahami dan merespons kebutuhan konsumen yang terus berubah."

[SOCIAL_TWEET]: CEO MMA APAC Rohit Dadwal ungkap kunci sukses pemasaran digital di Indonesia. Personalisasi berbasis data & AI jadi game changer. "Masa depan pemasaran bukan soal anggaran terbesar, tapi siapa paling cerdas memahami konsumen." #MMAMarketingTalk2026 #DigitalMarketing #AI[SOCIAL_TG]: 📢 Baru! CEO MMA APAC Rohit Dadwal hadir di Jakarta bahas masa depan pemasaran digital. Simak insight eksklusifnya tentang AI, data, dan strategi omnichannel yang bakal mengubah cara brand terhubung dengan konsumen. Baca selengkapnya di sini! 🚀

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User