Ribuan Perwira Pertamina Adu Inovasi: Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

Jakarta - Ajang kreativitas dan inovasi tahunan PT Pertamina (Persero), Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026, kembali digelar dan sukses memikat perhatian publik. Dalam perhelatan yang memasuki

Jul 08, 2026 - 00:18
0 0
Ribuan Perwira Pertamina Adu Inovasi: Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

Jakarta - Ajang kreativitas dan inovasi tahunan PT Pertamina (Persero), Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026, kembali digelar dan sukses memikat perhatian publik. Dalam perhelatan yang memasuki tahun ke-16 ini, sebanyak 915 perwira—sebutan untuk karyawan Pertamina—berkompetisi menuangkan gagasan-gagasan brilian yang bertujuan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan. Mengusung tema 'Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value', ajang ini tidak sekadar menjadi panggung kontes, melainkan wadah nyata melahirkan solusi masa depan, termasuk di antaranya pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat hingga penyelamatan biaya operasional miliaran rupiah melalui daur ulang limbah.

Kilau Inovasi dari Cilacap: Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat

Mengutip laporan yang diterima media kami di Jakarta, salah satu bintang yang paling bersinar dalam kompetisi ini datang dari tim Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap. Dengan visi yang melampaui bisnis minyak dan gas konvensional, tim ini berhasil menjawab tantangan transisi energi global lewat terobosan spektakuler: mengubah limbah minyak jelantah, yang selama ini identik dengan limbah rumah tangga, menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF). SAF merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk pesawat terbang. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen Pertamina terhadap bisnis rendah karbon bukan sekadar jargon, melainkan aksi yang diwujudkan dari laboratorium hingga siap mengudara.

Dari Dapur ke Kokpit, Menembus Target Net Zero Emission

Transformasi 'emas hitam' dari penggorengan dapur menjadi high-value product ini merupakan langkah konkrit perusahaan dalam mengejar target ambisius Net Zero Emission. Melalui pengembangan SAF, Pertamina tidak hanya menghilangkan ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk aviasi, tetapi juga menawarkan solusi atas masalah limbah domestik yang volumenya terus meningkat. Perjalanan riset yang dijalani para perwira Cilacap ini menegaskan bahwa di balik tantangan dekarbonisasi, tersimpan peluang bisnis baru yang menjanjikan. Penerapan di sektor penerbangan, yang dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi karbon terbesar, diprediksi mampu memangkas jejak karbon secara signifikan.

Tak hanya berhenti pada aviasi, gelaran APQ Awards 2026 yang membagi pesertanya ke dalam 120 gugus inovasi ini juga melahirkan gagasan berbasis ekonomi sirkular lainnya. Inovasi yang tak kalah mencuri perhatian adalah pemanfaatan limbah makanan untuk diolah menjadi pelindung alat bor (drilling protector). Gagasan ini dinilai jenius karena mampu mengonversi material sisa yang biasanya berakhir di tempat pembuangan menjadi komponen vital di sektor hulu migas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi inovasi ini berpotensi menghemat biaya operasional Pertamina hingga miliaran rupiah, membuktikan bahwa keberlanjutan dan efisiensi ekonomi dapat berjalan seirama.

Dengan semangat 'Elevating Talent', APQ Awards 2026 berhasil menegaskan posisi Pertamina sebagai lokomotif inovasi di Tanah Air. Para perwira yang beradu gagasan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada planet, menciptakan nilai perusahaan (enterprise value) yang holistik dan siap menghadapi era energi baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User