RI Resmi Berlakukan B50, Pertama di Dunia, Hemat Rp170 Triliun

BARU SAJA: Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama di dunia yang mewajibkan pencampuran biodiesel 50 persen pada solar. Langkah ini langsung mengunci penghematan devisa hingga Rp170 triliun....

Jul 12, 2026 - 15:04
0 0
RI Resmi Berlakukan B50, Pertama di Dunia, Hemat Rp170 Triliun

BARU SAJA: Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama di dunia yang mewajibkan pencampuran biodiesel 50 persen pada solar. Langkah ini langsung mengunci penghematan devisa hingga Rp170 triliun.

Peluncuran di Rest Area Tol Cikampek

Presiden Prabowo Subianto meresmikan mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar regulasi, melainkan tonggak kemandirian energi nasional.

“Dengan peluncuran ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatory Biodiesel B50,” ujar Prabowo. Dua menteri kunci—Bahlil Lahadalia (ESDM) dan Rosan Roeslani (Investasi)—mendampingi langsung momen bersejarah tersebut.

Pertama di Dunia, Pangkas Devisa Rp170 Triliun

Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 menjadi dasar hukum pencampuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit ke dalam solar. Implementasi langsung memberi efek domino: Indonesia menghentikan impor solar yang selama ini membebani neraca perdagangan.

“Kita hemat USD 10 miliar dolar, setara Rp170 triliun. Uang itu tidak lagi keluar dari negara,” tegas Prabowo. Angka fantastis itu berasal dari substitusi impor solar sepenuhnya oleh biodiesel produksi dalam negeri.

Konsumsi Solar 40 Juta Kiloliter, 100% Dari B50

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan data kunci: konsumsi solar nasional menyentuh 38–40 juta kiloliter per tahun. Sebelum B50, Indonesia masih mengimpor sebagian pasokan solar. Kini, seluruh kebutuhan itu dipenuhi dari campuran biodiesel 50 persen.

Fakta penting dari kebijakan ini:

  • 50% kandungan nabati – setiap liter solar mengandung setengah bahan bakar dari sawit.
  • 0 impor solar – Indonesia tak lagi bergantung pada pasokan luar negeri.
  • Rp170 triliun devisa terselamatkan – setara USD 10 miliar per tahun.
  • 38–40 juta kiloliter per tahun – total kebutuhan solar nasional yang kini dipenuhi mandatori B50.

Dari B50 Menuju B100? Prabowo Buka Peluang

Presiden Prabowo sempat menginginkan lompatan langsung ke B100—biodiesel murni tanpa campuran solar fosil. Namun jajaran teknis meyakinkan bahwa B50 sudah cukup menghentikan impor solar. Meski begitu, Prabowo memberi sinyal bahwa B100 tetap menjadi target jangka panjang.

“Awalnya saya ingin B100. Tapi tim menjelaskan, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar. Jadi ini langkah awal,” ungkapnya.

Kemandirian Energi dan Teknologi Terbarukan

Mandatori B50 bukan sekadar kebijakan fiskal. Prabowo menyebutnya sebagai komitmen mengolah kekayaan alam sendiri demi kedaulatan energi. Indonesia memiliki pasokan sawit melimpah sebagai bahan baku biodiesel. Kebijakan ini memadukan kepentingan ekonomi, lingkungan, dan geopolitik.

Dengan peluncuran ini, pemerintah membuktikan bahwa transisi energi bisa berjalan paralel dengan penghematan besar. B50 menjadi template baru dalam peta energi global—Indonesia memimpin, negara lain mengikuti.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User