RI dan India Capai Kesepakatan Pembelian Rudal BrahMos

JAKARTA — Indonesia dan India secara resmi mengumumkan kesepakatan strategis pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos buatan India. Pengumuman ini menjad

Jul 08, 2026 - 05:42
0 0
RI dan India Capai Kesepakatan Pembelian Rudal BrahMos

JAKARTA — Indonesia dan India secara resmi mengumumkan kesepakatan strategis pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos buatan India. Pengumuman ini menjadi sorotan utama dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta, menandai babak baru kerja sama pertahanan dua kekuatan regional di kawasan Indo-Pasifik.

Kesepakatan ini menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang mengakuisisi sistem rudal canggih tersebut. Nilai kontrak diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS, meskipun angka pasti belum diungkapkan secara terbuka oleh kedua pihak.

Detail Kesepakatan & Spesifikasi Rudal

BrahMos Aerospace—perusahaan patungan India-Rusia—akan memasok varian rudal yang mampu melesat dengan kecepatan Mach 2,8 hingga 3,0, tiga kali lebih cepat dari kecepatan suara. Sistem ini memiliki jangkauan tempur hingga 290 kilometer dan dapat diluncurkan dari platform darat, laut, maupun udara.

  • Varian yang disepakati: Rudal jelajah anti-kapal berbasis darat (land-based anti-ship variant)
  • Perkiraan pengiriman: Batch pertama dijadwalkan tiba dalam 18-24 bulan ke depan
  • Sistem pendukung: Paket mencakup radar pelacak, kendaraan peluncur mobile, dan pelatihan personel TNI AL

Signifikansi Strategis & Pernyataan Resmi

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari modernisasi alutsista TNI untuk menjaga kedaulatan wilayah maritim, khususnya di Laut Natuna Utara dan perairan strategis lainnya. Sementara itu, India memandang kesepakatan ini sebagai pencapaian besar diplomasi pertahanannya di bawah kebijakan "Act East Policy".

"Kerja sama ini bukan hanya tentang transaksi senjata, melainkan cerminan kepercayaan strategis antara dua negara demokrasi terbesar di kawasan," ujar seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan RI yang enggan disebutkan identitasnya.

PM Narendra Modi dalam keterangan pers bersama Presiden Prabowo Subianto menyambut baik finalisasi perjanjian ini. Kedua pemimpin juga membahas perluasan kerja sama di bidang keamanan siber, produksi alutsista bersama, dan pertukaran intelijen maritim sebagai paket kemitraan pertahanan yang lebih luas.

Dengan masuknya BrahMos ke dalam arsenal TNI, Indonesia kini bergabung dengan Filipina sebagai negara ASEAN yang mengoperasikan rudal supersonik ini. Langkah ini diproyeksikan akan mengubah kalkulasi kekuatan di kawasan dan mendorong negara-negara tetangga untuk mempercepat modernisasi pertahanan mereka masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User