Restorasi Candi Prambanan Digelar 2026, Tuntas 2029
BARU SAJA — Rencana restorasi menyeluruh kompleks Candi Prambanan resmi diumumkan. Proyek ambisius ini akan dimulai pada 2026 dengan target rampung 2029.Kerangka Waktu dan Lingkup PekerjaanKementeri...
BARU SAJA — Rencana restorasi menyeluruh kompleks Candi Prambanan resmi diumumkan. Proyek ambisius ini akan dimulai pada 2026 dengan target rampung 2029.
Kerangka Waktu dan Lingkup Pekerjaan
Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya memastikan jadwal pengerjaan berlangsung selama tiga tahun. 2026–2029 menjadi periode kritis bagi candi Hindu terbesar di Indonesia itu.
- Tahap pertama: Pemetaan kerusakan dan pemasangan perancah (2026–2027)
- Tahap kedua: Penggantian batu pelapukan dan perkuatan fondasi (2027–2028)
- Tahap ketiga: Finishing, pembersihan ornamen, dan uji ketahanan (2029)
Fokus utama restorasi adalah struktur Candi Siwa setinggi 47 meter. Tiga candi kecil pengapit dan pagar langkan juga akan diperbaiki sepenuhnya.
Fakta Kunci Proyek
- Total anggaran: Rp1,4 triliun dari APBN dan dana hibah UNESCO
- Tenaga ahli: 120 teknisi lokal dan 17 konsultan internasional
- Material batu: 5.200 blok andesit baru menggantikan batu lapuk
- Teknologi: Simulasi 3D dan analisis kegempaan terkini
- Mitigasi: Sendi fleksibel antarbatu untuk menahan getaran gempa
Kronologi Keputusan
Keputusan restorasi muncul setelah inspeksi akhir 2025 menemukan retakan mikro di 23 titik struktur utama. Data sensor seismik juga mencatat pergeseran 3,2 milimeter pada tubuh candi pasca-gempa kecil di Klaten.
“Kami tidak mau menunggu sampai terjadi kecelakaan. Ini langkah preventif berbasis data,” ujar Direktur Cagar Budaya, Raditya Mahardika, dalam konferensi pers.
Dampak pada Wisata
Akses wisatawan akan dibatasi mulai semester kedua 2026. Hanya area pelataran luar yang dibuka untuk publik. Manajemen menyiapkan pusat informasi digital dan jalur pengamatan virtual.
“Kunjungan mungkin turun 40 persen, tapi kami percaya hasil restorasi akan menarik lebih banyak wisatawan pascaproyek,” tambah Manajer Operasional TWC Prambanan, Lestari Nugroho.
Sejarah Panjang Pelestarian
Restorasi besar terakhir dilakukan pada 1990-an setelah gempa Yogyakarta. Sejak itu, perawatan hanya bersifat rutin. Kini, pendekatan dipadukan dengan teknologi pemindaian laser untuk presisi tinggi.
UNESCO, yang menetapkan Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991, menyambut baik inisiatif ini. Mereka akan mengirim tim pemantau setiap enam bulan.
Proyek ini juga melibatkan komunitas lokal dalam konservasi. Pelatihan teknik tradisional digelar agar regenerasi keterampilan merawat candi tetap berjalan.
Akhir 2029, Prambanan diharapkan kembali berdiri kokoh dengan wajah lama yang lebih kuat. Pemerintah optimistis ikon budaya ini akan siap menyambut lonjakan wisatawan global pada 2030-an.
Comments (0)