Respons Pemkab Pandeglang soal Warga Petisi Jalan Rusak Pakai Darah

PANDEGLANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes warga Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, yang menyampaikan petisi perbaikan jalan rus

Jul 08, 2026 - 05:39
0 0
Respons Pemkab Pandeglang soal Warga Petisi Jalan Rusak Pakai Darah

PANDEGLANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes warga Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, yang menyampaikan petisi perbaikan jalan rusak dengan menggunakan darah. Aksi yang menyita perhatian publik itu turut mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Roni, mengungkapkan bahwa dirinya telah ditegur langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, serta Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, menyusul viralnya keluhan warga di media sosial. Teguran itu disampaikan dalam sebuah kesempatan di pendopo saat berlangsungnya acara Jalan Inpres Daerah (JID).

"Kemarin di pendopo ketika ada acara JID, Pemprov Banten merespons. Saya juga disinggung oleh Pak Gubernur dan Kepala DPUPR Provinsi perihal kondisi jalan yang dikeluhkan warga Cijaralang," ujar Roni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (24/6/2026).

Pemprov Banten menekankan agar Pemkab Pandeglang segera mengambil langkah konkret untuk menangani infrastruktur jalan yang menjadi keluhan masyarakat.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, aksi petisi menggunakan darah yang dilakukan warga merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap kondisi jalan di wilayah mereka yang telah bertahun-tahun rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Jalan berlubang dan bergelombang tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas harian, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Roni menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan. Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam mempercepat penanganan infrastruktur di berbagai kecamatan, termasuk di wilayah Cimanggu. "Kami memahami aspirasi warga. Koordinasi dengan provinsi terus dilakukan agar penanganan bisa berjalan lebih optimal," jelasnya.

Sebelumnya, warga Desa Cijaralang menggelar aksi simbolis dengan membubuhkan darah pada selembar kain putih bertuliskan tuntutan perbaikan jalan. Aksi itu sontak menjadi perbincangan hangat di platform media sosial dan mendapat atensi luas dari berbagai kalangan. Tekanan dari Pemprov Banten pun kian menguat agar Pemkab Pandeglang tidak tinggal diam dan segera merealisasikan solusi bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh buruknya akses jalan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User