Proyek Tata Air Haji Nawi Dikebut, Ditargetkan Tuntas Akhir 2026
Jakarta – Pekerjaan konstruksi proyek tata air bawah tanah di kawasan Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, terus dipacu. Berdasarkan pantauan Beritatercepat.com di lapangan, aktivitas alat berat dan p
Jakarta – Pekerjaan konstruksi proyek tata air bawah tanah di kawasan Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, terus dipacu. Berdasarkan pantauan Beritatercepat.com di lapangan, aktivitas alat berat dan para pekerja tampak berlangsung intensif siang dan malam. Proyek strategis ini dikebut untuk memenuhi target operasional pada penghujung tahun 2026.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air terpadu yang digagas untuk menjawab dua persoalan krusial sekaligus, yaitu pengendalian banjir dan perluasan cakupan layanan air bersih bagi warga. Dengan kapasitas tampung yang dirancang cukup besar, infrastruktur bawah tanah ini diharapkan mampu mereduksi genangan yang kerap melanda kawasan Haji Nawi dan sekitarnya saat musim hujan tiba. Selain itu, air yang tertampung akan diolah dan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sehingga memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan warga.
"Ini bukan sekadar kolam retensi biasa. Kami mendesainnya sebagai sistem tata air modern yang terintegrasi, mampu menampung limpasan air hujan dalam volume besar, lalu mengolahnya menjadi air bersih siap pakai. Target kami akhir 2026 seluruh konstruksi dan instalasi pengolahan sudah beroperasi penuh," ujar seorang pejabat proyek yang diwawancarai oleh media kami di sela peninjauan.
Menurut data yang dihimpun laporan kami, progres fisik proyek saat ini telah melampaui sepertiga dari total pekerjaan. Pengerjaan struktur bawah tanah menjadi fokus utama dalam beberapa bulan ke depan. Untuk mengejar tenggat waktu yang ketat, kontraktor pelaksana menerapkan metode kerja berbasis shift dan menggunakan teknologi konstruksi terkini seperti metode galian dalam dengan dinding diafragma. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak terhadap lalu lintas di sekitar Jalan Haji Nawi yang dikenal padat, serta menjaga keamanan bangunan di sekitarnya.
Proyek ini juga menjadi sorotan karena lokasinya yang strategis di kawasan permukiman padat penduduk. Tim pelaksana menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan warga tetap menjadi prioritas. Sosialisasi rutin dilakukan kepada warga sekitar agar arus informasi berjalan lancar dan potensi gangguan dapat diminimalkan. Pengelolaan kebisingan dan debu pun diklaim berjalan sesuai standar lingkungan yang ketat.
Lebih jauh, proyek ini diharapkan menjadi percontohan bagi kawasan lain di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia yang memiliki masalah serupa, yaitu banjir dan krisis air bersih. Dengan integrasi fungsi pengendali banjir dan penyedia air baku, infrastruktur ini dinilai sebagai solusi yang efisien dari sisi lahan dan pembiayaan jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada perubahan jadwal maupun kendala berarti yang dilaporkan. Semua pihak yang terlibat optimistis proyek akan selesai sesuai rencana dan langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Warga di sekitar Jalan Haji Nawi pun menyambut antusias, berharap proyek ini kelak membebaskan mereka dari langganan banjir tahunan. Beritatercepat.com akan terus memantau perkembangan proyek tata air ini dan menyajikan laporan terkini bagi pembaca.
Comments (0)