Pria di Banyuasin Hilang Diduga Diterkam Buaya saat Perbaiki Perahu
Seorang pria asal Bandung, Jawa Barat, dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban terkaman buaya saat sedang memperbaiki perahu tradisional (jukung) di aliran sungai di Dusun I, Desa Teluk Betung, K
Seorang pria asal Bandung, Jawa Barat, dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban terkaman buaya saat sedang memperbaiki perahu tradisional (jukung) di aliran sungai di Dusun I, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin dini hari (6/7) sekitar pukul 01.53 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami dari pihak kepolisian, korban diketahui bernama Ipan Nurzaman, 25 tahun, warga Kabupaten Bandung Barat. Saat kejadian, korban tengah berada di atas perahu kecil yang sedang diperbaiki di tepian sungai. Tiba-tiba, kemunculan buaya dari dalam air menyeret korban hingga menghilang dari pandangan saksi yang berada di lokasi.
"Korban diterkam saat sedang memperbaiki jukung. Saksi yang melihat langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat desa setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib," ujar sumber dari kepolisian dalam laporan yang diterima redaksi.
Menanggapi laporan tersebut, Polda Sumatera Selatan segera mengerahkan personel dari Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) untuk melakukan operasi pencarian. Tim diterjunkan tidak hanya dari jalur air, tetapi juga melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa, para saksi mata, dan warga sekitar yang memahami betul karakteristik sungai dan kebiasaan buaya di wilayah tersebut.
Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. Tim menyusuri area rawa-rawa dan sempadan sungai dengan perahu karet serta alat selam sederhana. Hingga berita ini diturunkan, tim masih terus berupaya menemukan tanda-tanda keberadaan korban, meskipun kondisi gelap dan arus sungai yang keruh menjadi tantangan utama.
Wilayah Pulau Rimau dan sekitarnya di Kabupaten Banyuasin memang dikenal sebagai habitat alami buaya muara dan buaya air tawar. Interaksi antara manusia dan reptil predator ini kerap terjadi, terutama di musim kemarau ketika buaya cenderung mencari wilayah yang lebih dalam atau justru mendekati permukiman yang berdekatan dengan sungai. Masyarakat setempat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama pada malam hari.
Kapolres Banyuasin melalui keterangan tertulisnya menyatakan bahwa pihaknya bersama tim gabungan akan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan. "Kami mengerahkan seluruh kekuatan yang ada, termasuk mengajak partisipasi warga yang memiliki kemampuan menyelam dan mengetahui medan sungai," tandasnya. Informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian akan terus dipantau oleh tim Beritatercepat.com di lapangan.
Comments (0)