Manokwari, Papua Barat – Kabar duka mengejutkan ranah jurnalistik tanah air. Yanto Idorway, sosok presenter kebanggan Televisi Republik Indonesia (TVRI), dikonfirmasi meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang terseret arus ganas di kawasan Air Terjun Memti. Jenazahnya ditemukan tim pencari pada pukul 08.00 WIT, Sabtu (15/6), dalam kondisi tidak bernyawa.
Kronologi Insiden
Peristiwa naas ini berawal ketika Yanto mengunjungi air terjun yang terletak di pedalaman Papua Barat pada Jumat siang. Sumber di lapangan menyebutkan, korban diduga terpeleset dari bebatuan licin di bibir sungai, lalu seketika tersambar arus deras. Beberapa saksi mata yang berada di lokasi berupaya memberikan pertolongan, namun aliran air yang begitu kuat membuat upaya penyelamatan mandiri gagal total.
Proses Pencarian
Tim SAR gabungan dari Basarnas, kepolisian, dan warga setempat langsung dikerahkan begitu laporan diterima. Menggunakan perahu karet dan alat selam, mereka menyisir aliran sungai sepanjang lima kilometer dari titik kejadian. Setelah pencarian yang memakan waktu enam jam, petugas akhirnya menemukan jasad Yanto tersangkut di sela-sela akar pohon di tepi sungai, sekitar 300 meter dari lokasi awal kejadian.
- Identitas Korban: Yanto Idorway, presenter TVRI
- Lokasi: Air Terjun Memti, Papua Barat
- Waktu Kejadian: Jumat, 14 Juni 2024, pukul 14.30 WIT
- Penemuan: Sabtu, 15 Juni 2024, pukul 08.00 WIT, jarak 300 meter
Ucapan Duka
Kepergian Yanto meninggalkan duka mendalam bagi insan pers, khususnya keluarga besar TVRI. Pihak stasiun melalui pernyataan resmi menyebut almarhum sebagai figur yang dedikatif dan bersahaja. "Kami kehilangan jurnalis berintegritas. Yanto bukan hanya rekan kerja, melainkan saudara bagi kami semua," ujar Kepala Stasiun TVRI Papua Barat. Kolega di TVRI Papua Barat pun mengheningkan cipta serta menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Publik turut memberikan simpati, menjadikan tagar #PrayForPapua sempat trending di platform X.
Yanto Idorway dikenal sebagai jurnalis yang sering meliput isu-isu lingkungan dan kebudayaan di tanah Papua. Karirnya di TVRI dimulai dari posisi reporter, lalu naik menjadi presenter andalan program berita daerah. Banyak yang menilai dedikasinya terhadap jurnalisme menginspirasi generasi muda di Papua.
Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini, namun dugaan awal kuat mengarah pada kecelakaan murni. Saat ini, jenazah sedang dalam perjalanan menuju rumah duka di Manokwari untuk disemayamkan. Pihak keluarga meminta privasi dan doa dalam situasi duka ini. TVRI berencana menggelar upacara pelepasan secara institusi sebagai penghormatan terakhir.
Comments (0)