Pramono Bocorkan Deretan Proyek Baru Jakarta Siap Diresmikan Massal
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap kabar mengejutkan usai rapat tertutup dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Sejumlah proyek vital di ibu kota akan diresmikan secara bers...
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap kabar mengejutkan usai rapat tertutup dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Sejumlah proyek vital di ibu kota akan diresmikan secara bersamaan dalam waktu dekat. Peresmian kolosal itu menjadi penanda sinergi baru antara pemerintah pusat dan daerah.
Pertemuan Strategis di Balai Kota
Pertemuan yang digelar Senin pagi di Balai Kota Jakarta berlangsung intens. Menurut sumber, Seskab Teddy tiba pukul 08.15 WIB dan langsung menuju ruang kerja gubernur. Dalam waktu kurang dari 60 menit, keduanya membahas percepatan proyek strategis nasional di Jakarta. Pramono menyebut pembicaraan itu produktif. “Kami menyamakan frekuensi. Hasilnya, ada banyak progres yang siap diresmikan,” ujarnya kepada awak media.
Deretan Proyek Prioritas
Meski menolak membeberkan tanggal persis, Pramono memberikan gambaran lima proyek yang akan segera diresmikan.
- Jalur MRT fase 2A rute Harmoni–Kota, yang diklaim mampu mengangkut 140.000 penumpang per hari.
- Sistem pengendalian banjir polder Rawasari dengan kapasitas tampung 1,2 juta meter kubik air.
- Revitalisasi kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata berstandar internasional.
- Rusun terintegrasi di kawasan Pasar Minggu yang mencakup 850 unit hunian bagi pekerja informal.
- Jembatan layang non-tol penghubung kawasan Cipinang–Kampung Melayu, yang diproyeksi mengurai kemacetan di timur Jakarta.
Pembiayaan dan Kesiapan Infrastruktur
Seluruh proyek dibiayai dengan pola paduan APBN dan APBD DKI. Pramono menegaskan bahwa tidak ada kendala anggaran. “Uangnya sudah ada, tinggal eksekusi,” katanya. Ia menambahkan, setiap proyek telah melewati uji kelayakan dan sertifikat laik fungsi. Dari sisi konstruksi, progres fisik rata-rata di atas 90 persen. Pemerintah pusat, melalui Kementerian PUPR, juga telah menyatakan dukungan penuh terhadap proyek-proyek tersebut.
Target Operasi Kuartal Ketiga 2026
Gubernur Pramono menargetkan seluruh proyek mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal ketiga tahun ini. “Kami ingin warga segera merasakan manfaatnya,” ujarnya. Sementara itu, Teddy menyebut peresmian massal ini sebagai simbol kebangkitan Jakarta pasca-pandemi. Ia berharap momentum ini mendorong investasi swasta di sektor infrastruktur perkotaan.
Dampak Langsung ke Warga
Dengan beroperasinya proyek-proyek tersebut, Pramono memperkirakan pengurangan kemacetan hingga 35% di kawasan pusat kota. Selain itu, sistem polder diharapkan mengurangi titik banjir di Jakarta Pusat dan Utara. Revitalisasi Kota Tua akan menciptakan 4.000 lapangan kerja baru di sektor pariwisata. Sementara rusun integrasi menyediakan hunian layak bagi ribuan keluarga berpenghasilan rendah. “Ini bukan hanya beton dan baja, tapi perubahan kualitas hidup,” tegas Pramono.
Respons Positif dari Masyarakat
Kabar ini disambut antusias warga. Seorang pengusaha di kawasan Glodok, Ahmad Fauzi, berharap kelancaran proyek mendongkrak omzet usahanya. “Semoga tidak molor lagi, kami sudah menunggu bertahun-tahun,” katanya. Akademisi tata kota dari Universitas Indonesia, Prof. Andi Raharjo, menilai langkah ini tepat untuk menjawab kritik lambannya pembangunan DKI. “Koordinasi pusat-daerah adalah kunci. Selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri,” paparnya.
Comments (0)