Prabowo Resmi Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025

Setiap tanggal 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan dengan khidmat. Pada tahun 2025, momen sakral itu kembali terasa istimewa ketika Presiden

Jul 13, 2026 - 07:02
0 0
Prabowo Resmi Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025

Setiap tanggal 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan dengan khidmat. Pada tahun 2025, momen sakral itu kembali terasa istimewa ketika Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa. Upacara penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, disertai penghormatan militer dan pembacaan Keppres Nomor 42/2025. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengakuan jasa para putra-putri terbaik bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi kemerdekaan, keutuhan, dan kemajuan Indonesia.

Prosesi dan Makna Penganugerahan

Menurut Menteri Sosial, proses seleksi tahun ini sangat ketat, melibatkan tim peneliti sejarah lintas universitas dan lembaga adat. Mereka menelusuri bukti arsip, kesaksian lisan, hingga dokumen kolonial di Belanda dan Inggris. Hasilnya adalah sepuluh nama yang merepresentasikan keberagaman etnis, agama, dan wilayah, dari Aceh hingga Papua. Kesepuluh pahlawan baru ini dianggap mewakili tiga kategori perjuangan: kemerdekaan, diplomasi, dan pembangunan karakter bangsa.

Profil Singkat 10 Pahlawan

Berikut daftar penerima gelar Pahlawan Nasional 2025:

  • 1. Raden Panji Suryokusumo (Jawa Timur) — Tokoh pendidikan yang mendirikan sekolah rakyat di pedalaman Blitar dan menulis buku pelajaran pertama berbahasa Jawa ngoko agar mudah dipahami petani. Ia juga mengorganisasi lumbung pangan saat paceklik 1943.
  • 2. Cut Nyak Rahmah (Aceh) — Pejuang perempuan yang memimpin 500 pejuang dalam Pertempuran Krueng Peusangan tahun 1947. Setelah merdeka, ia mendirikan Koperasi Wanita Tani pertama di Aceh dan memperjuangkan hak waris perempuan.
  • 3. Mochtar Marah Rusli (Sumatera Barat) — Sastrawan dan jurnalis yang menggunakan pena untuk menyebarkan semangat kebangsaan di Sumatra. Novelnya Tanah Airku menginspirasi ribuan pemuda bergabung dengan barisan republik.
  • 4. Andi Mappareppa (Sulawesi Selatan) — Tokoh adat Bugis yang memimpin perlawanan terhadap pasukan kolonial di hutan belantara Luwu. Ia dikenal karena taktik gerilya yang mempertahankan wilayahnya selama tiga tahun penuh.
  • 5. I Gusti Agung Mayun (Bali) — Negosiator ulung dalam perundingan dengan Belanda pasca-puputan Badung. Ia berhasil menyelamatkan warisan budaya Bali dari penjarahan dan mendirikan museum negeri pertama di Denpasar.
  • 6. Silas Korwa (Papua) — Tokoh perdamaian yang menjembatani penduduk asli dan pemerintah pusat pada era integrasi 1960-an. Ia memelopori program pendidikan dasar dwibahasa di Lembah Baliem.
  • 7. Emilia Wanggai (Maluku) — Aktivis hak asasi yang memperjuangkan pengakuan tanah adat di kepulauan Maluku Selatan. Ia memimpin ratifikasi perjanjian damai antarkelompok pasca konflik komunal 1999.
  • 8. Lukas Bumbungan (Kalimantan Tengah) — Tokoh lingkungan yang melawan pembalakan liar di hutan adat Dayak sambil mempertahankan kearifan lokal dalam menjaga sumber air bersih.
  • 9. Yohanis Makanuay (Nusa Tenggara Timur) — Pejuang kemerdekaan lokal di Flores yang mengoordinasi serangan terhadap pos-pos militer Jepang dan Belanda di NTT.
  • 10. R.M. Soerjosantoso (DI Yogyakarta) — Pelopor pers nasional yang menerbitkan surat kabar dwimingguan Sinar Repoeblik di masa revolusi, menyebarkan berita proklamasi ke pelosok Jawa secara rahasia.

Warisan dan Inspirasi

"Mereka bukan hanya milik masa lalu, tapi obor untuk anak muda masa kini," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya. "Nilai-nilai perjuangan ini harus hidup di setiap dada warga negara."

Penganugerahan gelar ini juga diikuti peluncuran program "Napak Tilas Pahlawan Nasional 2025" yang akan membangun museum mini di daerah asal masing-masing tokoh. Kementerian Pendidikan berencana memasukkan biografi mereka ke dalam kurikulum sejarah wajib tingkat SMP. Harapannya, generasi muda tidak hanya mengenal nama, tetapi juga meneladani semangat pengorbanan dan inovasi di tengah keterbatasan. Momentum 10 November kini terasa semakin relevan sebagai awal baru penghargaan terhadap pahlawan dari wilayah-wilayah yang selama ini kurang tersorot dalam penulisan sejarah nasional.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmi mengangkat 10 pahlawan nasional baru tahun 2025, dari Raden Panji Suryokusumo hingga R.M. Soerjosantoso. Warisan mereka akan diperkuat lewat museum mini dan kurikulum baru. #PahlawanNasional2025 #HariPahlawan #Prabowo[SOCIAL_TG]: 🏅 Presiden Prabowo resmi tetapkan 10 Pahlawan Nasional baru tahun 2025, termasuk tokoh perempuan dari Aceh dan Maluku. Program Napak Tilas segera diluncurkan!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User