Presiden Terpilih Nigeria Bola Tinubu Dilantik pada Usia 70 Tahun
Nigeria memasuki babak baru kepemimpinan nasional. Pada usia 70 tahun, Bola Ahmed Tinubu resmi menjadi presiden terpilih, membawa serta rekam jejak panjang
Nigeria memasuki babak baru kepemimpinan nasional. Pada usia 70 tahun, Bola Ahmed Tinubu resmi menjadi presiden terpilih, membawa serta rekam jejak panjang sekaligus sejumlah kontroversi yang membayangi masa depan negeri berpenduduk lebih dari 220 juta jiwa itu. Kemenangan Tinubu—yang diumumkan Komisi Pemilihan Independen Nasional (INEC) pada 1 Maret 2023—sekaligus menandai berlanjutnya dominasi partai berkuasa All Progressives Congress (APC) di tengah tekanan ekonomi dan ancaman keamanan yang kian kompleks.
Figur Tinubu bukanlah nama baru di kancah politik Nigeria. Mantan senator ini dijuluki “Godfather of Lagos” karena pengaruhnya yang begitu besar dalam mentransformasi Negara Bagian Lagos menjadi pusat ekonomi modern. Namun tonggak sejarah ini diiringi tanya besar: bisakah politisi senior yang kerap diterpa isu kesehatan dan kontroversi hukum itu mengulang sukses Lagos di tingkat federal?
Rekam Jejak Panjang Sang ‘Jagaban’
Bola Tinubu lahir pada 29 Maret 1952 di Lagos. Setelah meniti karir di sektor swasta sebagai auditor di perusahaan minyak multinasional, ia terjun ke politik pada awal 1990-an. Puncak karirnya di tingkat negara bagian terjadi ketika ia menjabat Gubernur Lagos selama dua periode (1999–2007). Di bawah kepemimpinannya, pendapatan internal Lagos meroket dari sekitar ₦600 juta per bulan menjadi lebih dari ₦10 miliar—sebuah lompatan yang menjadikannya model reformasi fiskal di Afrika.
“Saya memasuki kontes ini dengan keyakinan bahwa Nigeria membutuhkan pemimpin yang telah teruji, yang mampu menyatukan dan mengambil keputusan sulit. Usia hanyalah angka; yang terpenting adalah visi dan ketahanan,” ujar Tinubu dalam pidato kemenangannya di Abuja.
Setelah masa jabatan gubernur berakhir, pengaruh Tinubu justru meluas. Ia menjadi salah satu arsitek di balik terbentuknya APC pada 2013, koalisi yang kemudian memenangkan pemilu 2015 dan mengakhiri 16 tahun dominasi People’s Democratic Party (PDP). Pada Pemilu 2023, Tinubu mengantongi 8,79 juta suara, mengungguli Atiku Abubakar (PDP) dan Peter Obi (Labour Party) dalam persaingan tiga kubu yang ketat.
Kontroversi Usia, Kesehatan, dan Integritas
Di balik kemenangan itu, usia dan kondisi fisik Tinubu menjadi sorotan tajam. Selama kampanye, ia kerap tertangkap kamera mengalami tremor tangan dan memerlukan bantuan saat naik panggung. Lawan politik menyebut hal itu sebagai tanda bahwa ia mungkin tidak cukup prima untuk memimpin bangsa sebesar Nigeria. Namun tim medis pribadinya menegaskan bahwa presiden terpilih dalam keadaan sehat dan menjalani pemeriksaan rutin tanpa indikasi penyakit kronis yang mengkhawatirkan.
Selain itu, rekam jejak keuangan Tinubu juga menuai kritik. Pada 1993, pemerintah Amerika Serikat pernah menyita dana miliknya yang diduga terkait perdagangan heroin, meski ia tidak pernah dijerat secara pidana. Kasus tersebut terus diungkit, ditambah tudingan korupsi dan nepotisme yang membayangi kiprahnya di Lagos. Pengamat politik Dr. Ayo Akinola dari Universitas Ibadan menilai, “Mandat yang ia terima sangat terpolarisasi. Banyak pemilih yang memilihnya bukan karena kagum, melainkan karena mesin politik APC yang masih dominan.”
Tantangan Raksasa di Depan Mata
Tinubu mewarisi Nigeria yang tengah bergulat dengan berbagai krisis multidimensi. Data Bank Dunia menunjukkan lebih dari 40% penduduk Nigeria hidup di bawah garis kemiskinan, sementara inflasi pangan melonjak hingga 25% pada awal 2023. Di sektor keamanan, kelompok bersenjata Boko Haram dan Islamic State West Africa Province (ISWAP) masih aktif di timur laut, sementara konflik petani-penggembala dan penculikan massal terus terjadi di wilayah tengah. Belum lagi kerusakan ekonomi akibat subsidi bahan bakar yang membengkak hingga menelan lebih dari ₦4 triliun per tahun.
Di atas semua itu, polarisasi etnis dan agama mengancam kohesi sosial. Pemilu 2023 menunjukkan adanya jurang signifikan antara pendukung Tinubu yang dominan di Muslim Utara dan Barat Daya, dengan pendukung Peter Obi yang banyak berasal dari pemuda dan komunitas Kristen di Selatan. Tinubu harus segera menunjukkan bahwa pemerintahannya mampu merangkul semua pihak.
Lima Prioritas Utama Pemerintahan Tinubu
- Reformasi Subsidi Bahan Bakar: Menghapus subsidi secara bertahap untuk mengalihkan anggaran ke sektor produktif, disertai jaring pengaman sosial bagi warga miskin.
- Keamanan Nasional: Memperkuat kapasitas militer dan polisi serta menginisiasi dialog komunitas guna meredam konflik lokal.
- Revitalisasi Ekonomi: Mendorong diversifikasi dari ketergantungan minyak, investasi di pertanian, teknologi, dan industri kreatif.
- Pemberantasan Korupsi: Melanjutkan reformasi birokrasi dan memperkuat lembaga antikorupsi seperti EFCC.
- Persatuan Nasional: Membentuk kabinet inklusif yang merepresentasikan seluruh wilayah dan kelompok etnis utama.
Langkah-langkah tersebut memerlukan konsensus politik yang kuat. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Tinubu diharapkan mampu menavigasi kompleksitas parlemen dan elite partai. Namun kecepatan pengambilan keputusan akan sangat ditentukan oleh kondisi fisik dan stabilitas tim intinya.
Reaksi dan Harapan Publik
Masyarakat Nigeria menyambut kemenangan ini dengan beragam ekspresi. Di pusat kota Lagos, ratusan pendukung bersorak sementara di wilayah tenggara—basis pendukung Peter Obi—terjadi protes kecil. “Kami butuh perubahan nyata, bukan sekadar janji,” ungkap Nkechi Okonkwo, pemilik warung kecil di Onitsha. Optimisme hati-hati terasa di kalangan pelaku usaha yang berharap kebijakan fiskal Tinubu yang pro-bisnis dapat menghidupkan kembali investasi asing yang sempat anjlok 35% dalam dua tahun terakhir.
Kini, dengan tongkat kekuasaan di tangan, Bola Ahmed Tinubu memasuki masa-masa awal yang krusial. Sejarah akan menilai apakah presiden tertua dalam sejarah Nigeria modern ini mampu menuliskan kisah kemajuan yang mengatasi bayang-bayang trauma masa lalu, ataukah sekadar menjadi episode lanjutan dari siklus janji pemilu yang tak terpenuhi.
[SOCIAL_TWEET]: Nigeria resmi memilih Bola Tinubu (70) sebagai presiden. Ia membawa visi reformasi ekonomi dan keamanan, namun dibayangi kontroversi kesehatan dan rekam jejak hukum. Mampukah “Godfather of Lagos” mengulang sukses di tingkat nasional? #NigeriaDecides #BolaTinubu #PemiluNigeria[SOCIAL_TG]: 🇳🇬 Nigeria memasuki era baru. Bola Tinubu (70) resmi memimpin. Tapi PR besar menanti: 40% rakyat miskin, Boko Haram, dan subsidi BBM yang bocor. Bisakah ia seperti saat membangun Lagos? 🤔
Comments (0)