PPU: Kebakaran di Sungai Parit Tewaskan Dua Anak
DUA bocah meregang nyawa dalam kebakaran dahsyat yang melalap sebuah rumah kayu di RT 06, Kelurahan Sungai Parit, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kami
Kronologi Maut di Tengah Siang
Peristiwa nahas ini bermula saat sang ibu tengah mencuci di bagian belakang rumah. Kedua anaknya yang masih balita dan usia sekolah dasar berada di ruang tengah, diduga sedang bermain. Tanpa peringatan, percikan api muncul dari stop kontak yang terhubung ke kipas angin tua.
- Pukul 11.15 WITA – Saksi mata, seorang tetangga, melihat asap tipis mengepul dari ventilasi rumah korban. Ia mengira itu asap dapur biasa.
- Pukul 11.20 WITA – Api tiba-tiba membesar dan melahap sekat-sekat kayu. Teriakan panik sang ibu terdengar dari belakang. "Saya lari ke depan, tapi api sudah di mana-mana," ujarnya lirih di lokasi.
- Pukul 11.25 WITA – Warga berupaya menyiram air seadanya, namun angin dan material bangunan yang kering membuat api semakin tak terkendali. Sang ibu berusaha menerobos masuk tapi terhalang kobaran api dan ambruknya atap dapur.
- Pukul 11.30 WITA – Laporan masuk ke Pos Pemadam Kebakaran PPU. Dua unit mobil pemadam langsung dikerahkan dari jarak 5 kilometer.
- Pukul 11.45 WITA – Petugas tiba di lokasi. Rumah hampir 80% terbakar. Petugas fokus memutus jalur api ke rumah tetangga dan mencari korban.
- Pukul 12.00 WITA – Api berhasil dikuasai. Tim menemukan dua jasad anak di ruang tengah, berpelukan di sudut kamar. Keduanya sudah tidak bernyawa akibat luka bakar parah dan asap tebal.
- Pukul 12.10 WITA – Api dinyatakan padam total. Polisi dan tim identifikasi mulai olah TKP.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran PPU, Agus Hartono, menyebut bangunan kayu tua membuat api sulit dikendalikan. "Rumah ini mayoritas material kayu kering. Begitu api muncul, hanya butuh 5 menit untuk menjalar ke seluruh ruangan," jelasnya di sela pendinginan. Kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, tapi tak sebanding dengan hilangnya nyawa dua anak yang tak sempat dievakuasi.
Penyebab dan Tanda Bahaya yang Terabaikan
Hasil pemeriksaan awal mengarah pada korsleting listrik. Instalasi di rumah tersebut diketahui sudah berusia puluhan tahun. "Kabel di ruang tengah sudah aus, dan pemakaian kipas angin sepanjang hari menjadi pemicu panas berlebih," kata penyidik. Ironisnya, sang ibu mengaku sempat mencium bau plastik terbakar beberapa menit sebelum api muncul, namun mengabaikannya.
Respons Darurat dan Trauma Warga
Peristiwa ini menambah panjang daftar kebakaran di permukiman padat PPU. Warga mengeluhkan akses sulit ke mobil pemadam akibat gang sempit. "Kalau jalannya lebih lebar, mungkin kami bisa selamatkan satu nyawa," ujar Ketua RT setempat. Kini, keluarga korban butuh pendampingan psikologis. Sang ibu dirawat di puskesmas terdekat karena luka bakar minor dan tekanan psikis berat.
Insiden ini jadi alarm darurat bagi ribuan rumah kayu di PPU untuk segera memeriksa instalasi listrik dan menyediakan alat pemadam ringan.
Comments (0)