ARLINGTON — Messi Cetak Gol, Argentina Taklukkan Austria di Grup J
Stadion AT&T bergemuruh. Lionel Messi melepaskan selebrasi khas usai merobek gawang Austria pada menit ke-23, membawa Argentina memimpin dalam laga pertama
Stadion AT&T bergemuruh. Lionel Messi melepaskan selebrasi khas usai merobek gawang Austria pada menit ke-23, membawa Argentina memimpin dalam laga pertama Grup J Piala Dunia 2026, Senin (22/6) waktu setempat. Bintang Inter Miami itu mengkonversi umpan through-ball dari Enzo Fernández, mengecoh dua bek sebelum menaklukkan kiper Jonas Wendlinger lewat sepakan chip dingin yang membentur mistar masuk. Gol pembuka itu jadi penanda: Messi masih sang pembeda di usia 39 tahun.
Pertandingan yang digelar di Arlington, Texas — salah satu hub utama Piala Dunia 2026 — berlangsung satu arah. Argentina mengunci penguasaan bola 68% dengan total 17 tembakan berbanding 4 milik Austria. Gol kedua dicetak Julián Álvarez lewat skema serangan balik di menit ke-58, menutup laga dengan skor 2-0. Kemenangan ini menempatkan La Albiceleste di puncak klasemen sementara Grup J, unggul selisih gol atas Kanada yang sebelumnya bermain imbang 1-1 kontra Mali.
Performa Messi: Usia Hanya Angka
Meski tak lagi eksplosif seperti edisi 2022, Messi tetap menjadi pusat gravitasi serangan Argentina. Pelatih Lionel Scaloni menempatkannya sebagai false nine yang bebas bergerak, didukung trio gelandang kreatif. Data tracking FIFA menunjukkan Messi menempuh jarak 9,8 km — di atas rata-rata striker — dengan 3 dribel sukses, 2 umpan kunci, dan 1 big chance created. Akurasi umpannya menyentuh 89%. "Leo adalah pemain yang mengubah ritme hanya dengan satu sentuhan," ujar analis TNT Sports, Pablo Zabaleta. "Austria terlalu memberi ruang di antara lini, dan itu bunuh diri."
Peta Persaingan Grup J
Kemenangan ini krusial karena Grup J diprediksi sengit. Berikut perbandingan hasil matchday pertama:
| Tim | Pertandingan | Gol | Kebobolan | Poin |
|---|---|---|---|---|
| Argentina | 1 | 2 | 0 | 3 |
| Kanada | 1 | 1 | 1 | 1 |
| Mali | 1 | 1 | 1 | 1 |
| Austria | 1 | 0 | 2 | 0 |
Argentina tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan tiket 32 besar. Laga berikutnya melawan Mali pada 27 Juni di Kansas City akan menjadi ujian transisi, mengingat kecepatan lini depan Mali yang merepotkan Kanada. Messi kemungkinan tetap jadi starter, meski manajemen beban di fase grup mulai disuarakan.
Dampak Komersial dan Piala Dunia 2026
Kehadiran Messi di Piala Dunia yang digelar di Amerika Utara juga berdampak pada angka penonton dan ekonomi. FIFA mencatat laga Argentina vs Austria disaksikan 92.455 penonton langsung di stadion—hampir memecahkan rekor partai non-final. Siaran globalnya diprediksi menjangkau 600 juta pemirsa berkat daya tarik Messi sebagai wajah turnamen. Tiket pertandingan Argentina melonjak hingga 300% di pasar sekunder dibanding laga lain di fase grup.
Secara taktik, pertandingan ini mempertegas filosofi Scaloni pasca-Qatar: permainan kolektif tetap fondasi, namun momen individu Messi menjadi pembeda ketika kebuntuan datang. Austria asuhan Ralf Rangnick sempat menekan dengan gegenpressing pada 15 menit awal, tapi transisi pertahanan Argentina yang digalang Cristian Romero terlalu solid. "Kami belajar bahwa melawan tim seperti Argentina, kesalahan kecil dihukum," aku Rangnick dalam konferensi pers usai laga.
Messi pun mencatatkan gol ke-14 dalam karier Piala Dunia, menyamai rekor Just Fontaine dan hanya terpaut dua gol dari Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Bagi Argentina, ini bukan sekadar tiga poin — ini pernyataan bahwa sang juara bertahan masih menjadi favorit.
Comments (0)