SIDRAP — Hari ini, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidenreng Rappang

Kronologi Penyerahan Ijazah dan Penghargaan Acara berlangsung khidmat namun penuh optimisme. Berikut rangkaian peristiwa yang menandai pencapaian para WBP:

Jul 08, 2026 - 20:47
0 0

Kronologi Penyerahan Ijazah dan Penghargaan

Acara berlangsung khidmat namun penuh optimisme. Berikut rangkaian peristiwa yang menandai pencapaian para WBP:

  1. Pembukaan dan sambutan. Perimansyah membuka acara dengan menegaskan komitmen Rutan Sidrap dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan humanis. Ia menyebut bahwa pendidikan adalah hak dasar yang tidak boleh terputus meskipun seseorang sedang menjalani masa pembinaan.
  2. Penyerahan ijazah Paket C kepada WBP. Satu per satu WBP yang telah menyelesaikan pembelajaran selama masa tahanan naik menerima ijazah setara SMA ini. Ekspresi haru dan bangga terpancar—sebagian dari mereka bahkan sempat putus sekolah sebelum masuk Rutan, dan kini berhasil menuntaskan pendidikan formal melalui jalur kesetaraan.
  3. Pemberian Piagam Penghargaan dari Kanwil Ditjenpas Sulsel. Pada sesi yang sama, PKBM Pondok Pesantren Al-Irsyad menerima piagam penghargaan langsung dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi lembaga tersebut dalam menyelenggarakan program pembinaan pendidikan di Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang.
  4. Pernyataan komitmen jangka panjang. Perimansyah menutup acara dengan menekankan bahwa sinergi antara Rutan dan mitra pendidikan akan terus diperkuat. “Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memiliki bekal memadai untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat,” ujarnya.

Paket C: Jembatan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Program Pendidikan Kesetaraan Paket C merupakan jalur resmi untuk mendapatkan ijazah setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Bagi WBP, memiliki ijazah ini membuka akses lebih luas ke dunia kerja maupun pendidikan tinggi setelah bebas. Rutan Sidrap memfasilitasi pembelajaran melalui kerja sama dengan PKBM Al-Irsyad, yang menyediakan tenaga pengajar, modul, dan ujian kesetaraan secara berkala.

Data dari pihak Rutan menunjukkan bahwa seluruh WBP yang mengikuti program ini dinyatakan lulus 100% pada periode ini. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan intensif, motivasi tinggi, serta fleksibilitas waktu belajar yang disesuaikan dengan jadwal kegiatan pembinaan lainnya di dalam Rutan. Program ini juga sejalan dengan tiga pilar utama Sistem Pemasyarakatan: pembinaan, pendidikan, dan reintegrasi sosial.

Sinergi yang Terus Dijaga

Karutan Sidrap, Perimansyah, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan adalah kunci menghadirkan pembinaan yang berdampak. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama guna mewujudkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berdampak positif, sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan: membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif,” tutupnya.

PKBM Al-Irsyad sendiri menyatakan siap melanjutkan program ini dengan kurikulum yang terus diperbarui, termasuk kemungkinan penambahan pelatihan keterampilan vokasional bagi WBP yang ingin langsung bekerja setelah bebas. Inisiatif ini diharapkan mampu menekan angka residivisme sekaligus memutus stigma bahwa mantan narapidana tidak punya peluang kedua.

Fakta Kunci di Balik Pencapaian Ini

  • Ijazah Paket C yang diberikan setara dengan ijazah SMA dan sah digunakan untuk melamar kerja maupun melanjutkan kuliah.
  • PKBM Al-Irsyad meraih piagam penghargaan dari Kanwil Ditjenpas Sulsel sebagai mitra pendidikan teladan.
  • Tingkat kelulusan WBP peserta program mencapai 100% pada periode penyerahan ini.
  • Program pembinaan ini telah berlangsung sejak kerja sama dimulai dan terus dievaluasi secara berkala.

Keberhasilan Rutan Sidrap dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan menjadi model yang dapat direplikasi oleh unit pemasyarakatan lain di Indonesia. Dengan bukti konkret hari ini, “masa depan” bukan lagi sekadar slogan di balik tembok Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang, melainkan ijazah yang siap dipegang dan diperjuangkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User