Polri dan Wartawan Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

JAKARTA, 12 Juli 2026 — Sebuah momentum kolaboratif tercipta saat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama puluhan jurnalis dari berbagai media menggelar turnamen padel bertajuk "Bhayangkara Cu...

Jul 12, 2026 - 09:37
0 0
Polri dan Wartawan Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

JAKARTA, 12 Juli 2026 — Sebuah momentum kolaboratif tercipta saat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama puluhan jurnalis dari berbagai media menggelar turnamen padel bertajuk "Bhayangkara Cup 2026". Ajang ini menjadi simbol sinergi baru, memadukan semangat olahraga dengan penguatan komunikasi institusi-publik.

Turnamen yang berlangsung di kompleks olahraga kawasan Senayan, Jakarta Pusat, tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Bukan sekadar kompetisi, Padel Bhayangkara Cup 2026 dirancang sebagai ruang informal untuk mencairkan batas-batas formal antara penegak hukum dan media.

Fakta Kunci Turnamen

  • Tuan Rumah: Polri bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan sejumlah komunitas jurnalis.
  • Peserta: 32 tim ganda terdiri dari perwira polisi dan jurnalis yang dipasangkan secara acak untuk mendorong interaksi langsung.
  • Tujuan: Memperkuat sinergitas melalui aktivitas fisik di luar tekanan pekerjaan sehari-hari.
  • Format: Sistem gugur dengan setiap pertandingan berlangsung maksimal 30 menit, menekankan kecepatan dan kebersamaan.

Momen Kebersamaan yang Ditargetkan Jadi Tradisi

Kabaharkam Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Fajar Setyawan, yang hadir membuka acara, menegaskan bahwa turnamen ini adalah jawaban atas kebutuhan komunikasi yang lebih cair antara polisi dan media. "Di lapangan padel, tidak ada pangkat atau instansi. Yang ada hanyalah rekan satu tim yang saling mendukung. Inilah esensi sinergi sejati," ujarnya saat sesi pembukaan Sabtu (12/7/2026).

Senada dengan itu, Andi Hartono, perwakilan jurnalis peserta, menyebut turnamen ini sebagai "diplomasi padel" yang efektif. "Kami bisa berbincang santai di luar urusan deadline. Hubungan yang terbangun di sini akan sangat bernilai bagi transparansi informasi ke depan," ungkapnya.

Padel, olahraga dengan elemen tenis dan squash, sengaja dipilih karena sifatnya yang inklusif dan minim risiko cedera. Lapangan khusus didirikan selama dua hari untuk memfasilitasi seluruh rangkaian pertandingan dan sesi latihan bersama.

Beberapa pertandingan sengit tersaji, namun sorakan penonton lebih didominasi oleh momen saling membantu ketika salah satu pemain kesulitan mengembalikan bola. "Skor bukan prioritas. Hari ini, sinergi adalah pemenang sejati," kata Brigadir Jenderal (Brigjen) Andi Rian, salah satu koordinator acara, kepada wartawan.

Dampak Luas Bagi Citra Polri

Pengamat komunikasi politik, Dr. Retno Maharani, menilai langkah Polri menggelar turnamen olahraga dengan jurnalis adalah strategi cerdas di era keterbukaan informasi. "Ini mengubah persepsi publik bahwa hubungan Polri-media selalu tegang. Ketika polisi dan jurnalis bisa bermain bersama, publik pun menerima pesan bahwa kontrol sosial dan penegakan hukum bisa berjalan beriringan," jelasnya.

Padel Bhayangkara Cup 2026 juga menjadi ajang penggalangan dana untuk beasiswa anak-anak anggota kepolisian yang gugur dalam tugas. Dana terkumpul mencapai Rp 250 juta dari sponsor dan donasi peserta.

"Kami tidak hanya membangun sinergi, tetapi juga memberikan dampak nyata. Ini baru awal; tahun depan kami targetkan skala lebih besar dengan partisipasi jurnalis internasional," tutup Komjen Fajar Setyawan sambil menerima piala bergilir hasil karya perajin lokal.

Turnamen ini diakhiri dengan laga eksibisi antara tim pimpinan Polri melawan perwakilan jurnalis senior, yang berakhir dengan skor imbang 3-3. Pesan persatuan pun sempurna tersampaikan: di atas lapangan, semua setara.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User