Gelombang Panas Ekstrem Paksa Menara Eiffel dan Museum Paris Tutup Dini

BARU SAJA — Menara Eiffel dan sederet museum ternama di Paris terpaksa menutup pintu lebih cepat pada Sabtu (11/7). Gelombang panas ekstrem memicu langkah darurat ini. Suhu di ibu kota Prancis melo...

Jul 12, 2026 - 11:18
0 0
Gelombang Panas Ekstrem Paksa Menara Eiffel dan Museum Paris Tutup Dini

BARU SAJA — Menara Eiffel dan sederet museum ternama di Paris terpaksa menutup pintu lebih cepat pada Sabtu (11/7). Gelombang panas ekstrem memicu langkah darurat ini.

Suhu di ibu kota Prancis melonjak hingga 42 derajat Celsius pada siang hari. Rekor panas ini membuat otoritas setempat meningkatkan status siaga menjadi level merah. Pengelola Menara Eiffel mengonfirmasi penutupan dilakukan demi melindungi pengunjung dan staf dari sengatan panas.

Penutupan Bertahap

Sejak pukul 12.00, petugas mulai mengumumkan potensi penutupan dini melalui pengeras suara di sekitar kompleks wisata. Antrean panjang pengunjung yang sudah membeli tiket daring diarahkan untuk segera masuk atau melakukan penjadwalan ulang. Manajemen menyediakan posko kesehatan darurat berisi stok air mineral dan kipas angin portabel. Beberapa pengunjung dengan gejala heat stroke langsung ditangani tim medis.

Pukul 13.00, pengelola mengumumkan penutupan total dalam satu jam. Tim medis tambahan dikerahkan. Pukul 14.00, gerbang utama resmi ditutup. Ratusan pengunjung yang masih di dalam kompleks diizinkan menyelesaikan kunjungan hingga pukul 15.00 dengan pengawasan ketat.

Museum yang Terdampak

  • Menara Eiffel: tutup pukul 14.00, tiga jam lebih awal dari jadwal normal.
  • Louvre: akses area luar ruangan dihentikan, ruang ber-AC dibuka terbatas.
  • Musée d'Orsay: evakuasi pengunjung dimulai pukul 13.30.
  • Centre Pompidou: tiket daring dihentikan sementara.

Data terbaru menunjukkan lebih dari 15.000 pengunjung terdampak penutupan dini ini. Pihak Menara Eiffel menjanjikan pengembalian dana penuh atau tiket pengganti.

Saksi Mata

Wisatawan mengaku kecewa namun memahami alasan keamanan. "Suhu sangat menyengat. Saya sudah berkeringat deras sebelum masuk," ujar seorang turis Belgia. Seorang staf keamanan di pintu masuk menyebut ini penutupan dini pertama sejak gelombang panas mematikan pada 2019.

Peringatan Darurat

Kementerian Kesehatan Prancis mengaktifkan protokol canicule atau status darurat panas ekstrem. Protokol ini terakhir kali diterapkan pada Juli 2019 ketika suhu menewaskan ribuan warga. Badan meteorologi memprediksi suhu tinggi bertahan hingga awal pekan depan. Otoritas tidak menutup kemungkinan penutupan tambahan jika suhu terus naik.

Menteri Pariwisata menyatakan keselamatan manusia adalah prioritas. Pemerintah mengimbau warga dan wisatawan membatasi aktivitas luar ruangan serta mematuhi panduan resmi.

Gelombang panas ini menambah panjang daftar dampak perubahan iklim yang kian mengancam Eropa.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User