Polri Cetak Sejarah: Setelah 53 Tahun, Indonesia Akhiri Impor Jagung dan Mulai Ekspor
Beritatercepat.com, Jakarta – Komisaris Jenderal Purnawirawan Profesor Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencatatkan lembaran baru dalam sejarah pangan nasional. B
Beritatercepat.com, Jakarta – Komisaris Jenderal Purnawirawan Profesor Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencatatkan lembaran baru dalam sejarah pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), negara ini selalu mengimpor jagung sejak tahun 1973. Namun, pada tahun 2026, untuk pertama kalinya Indonesia tidak lagi mengimpor jagung dan justru memulai ekspor komoditas tersebut.
"Data BPS, jawabannya adalah Indonesia itu selalu mengimpor jagung sejak tahun 1973, dan baru tahun 2026 ini kita menyatakan tidak mengimpor, dan bahkan mengekspor. Berarti selama 53 tahun ini kita ekspor terus, sejarah dirubah," kata Rycko di Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Kompleks STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
Menurut Rycko, perubahan fundamental ini tidak lepas dari peran strategis yang diambil oleh Polri di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Sejak awal masa pemerintahan, presiden memberikan mandat kepada institusi kepolisian untuk mengawal sektor produksi jagung sebagai bagian dari agenda swasembada pangan. Penugasan ini menjadikan Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, melainkan juga menjadi penggerak di lini pertanian.
"Sejarah dirubah, karena apa? Dengan adanya satu kebijakan presiden yaitu untuk swasembada pangan, kemudian menugaskan Polri," tegas Rycko.
Keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan ini menjadi babak baru dalam peran institusi penegak hukum. Biasanya fokus pada keamanan dan ketertiban, kini kepolisian turut mendampingi petani secara langsung di lapangan. Pendekatan ini mencakup pengamanan distribusi pupuk dan bibit, pendampingan teknis budidaya modern, serta perlindungan lahan dari alih fungsi. Sehingga, produksi jagung nasional yang semula bergantung pada pasokan luar negeri berhasil ditingkatkan secara signifikan—mencapai surplus dan siap dipasarkan ke mancanegara.
Rekam jejak data BPS yang dirujuk Rycko menunjukkan bahwa upaya melepas ketergantungan impor jagung telah berlangsung puluhan tahun tanpa hasil maksimal. Selama 53 tahun, Indonesia menjadi pasar bagi petani jagung di negara lain. Namun, sinergi lintas sektor yang melibatkan Polri pada 2026 akhirnya memutus rantai impor tersebut. Ekspor jagung yang mulai dilakukan tahun ini, menurut laporan media kami, telah menjadi kemenangan simbolis sekaligus bukti nyata bahwa kolaborasi di luar ranah ekonomi tradisional mampu mempercepat transformasi pertanian nasional.
Rycko meyakini bahwa sejarah yang tercipta saat ini dapat menjadi pijakan untuk komoditas pangan strategis lainnya. Dengan pengamanan dan pendampingan yang tepat, ia optimistis Indonesia dapat benar-benar mewujudkan kedaulatan pangan yang sesungguhnya, tidak hanya mengakhiri impor namun juga menjadi lumbung pangan dunia.
Comments (0)