Polisi Sisir Klinik Mordent, Cari Petunjuk Kematian Sutrimo

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berkaitan erat dengan penemuan s...

Jul 27, 2026 - 21:32
0 0
Polisi Sisir Klinik Mordent, Cari Petunjuk Kematian Sutrimo

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berkaitan erat dengan penemuan seorang pria bernama Sutrimo di klinik tersebut sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Penyisiran Menyeluruh

Proses olah TKP dipimpin langsung oleh seorang perwira menengah dengan melibatkan belasan personel. Klinik Mordent yang berdiri di bilangan elite itu dijaga ketat, garis kuning pembatas dipasang di sekeliling bangunan. Petugas forensik berbaju hazmat memasuki setiap ruangan, menyisir detail demi detail. Mereka menyita sejumlah barang sebagai sampel, termasuk alat medis yang diduga berkaitan dengan penanganan korban. Pemeriksaan permukaan untuk sidik jari dan pengambilan cairan tubuh juga dilakukan secara sistematis.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini menyita perhatian warga sekitar. Beberapa orang tampak berdiri di balik garis batas sambil merekam menggunakan telepon seluler. Pihak kepolisian memperkirakan penyisiran akan memakan waktu setidaknya empat jam, mengingat kompleksitas bangunan dan banyaknya area yang harus ditelusuri.

Kronologi Temuan

Sutrimo, pria dewasa, pertama kali ditemukan oleh staf klinik dalam kondisi tidak responsif di salah satu ruang perawatan pada sore sebelumnya. Petugas klinik segera menghubungi layanan darurat dan mencoba memberikan pertolongan pertama. Namun saat tim medis tiba, kondisi korban sudah sangat kritis. Tak berselang lama, Sutrimo dinyatakan meninggal. Jenazahnya kemudian dievakuasi menuju rumah sakit umum untuk keperluan autopsi lebih lanjut. Hingga kini belum jelas apakah korban merupakan pasien atau memiliki hubungan lain dengan klinik tersebut.

Mencari Titik Terang

Penyelidik memandang olah TKP sebagai langkah fundamental. Puslabfor akan memproses seluruh bukti di laboratorium, mulai dari analisis sidik jari, jejak DNA, hingga pemeriksaan isi rekam medis dan rekaman kamera pengawas. Pola luka atau temuan zat tertentu pada tubuh korban bakal menjadi petunjuk awal apakah kematian Sutrimo bersifat wajar, akibat kecelakaan, atau mengandung unsur pidana. Direktorat Reserse Kriminal Umum menegaskan belum akan menarik kesimpulan apa pun sebelum hasil uji laboratorium keluar.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan secara terpisah, antara lain dokter jaga, perawat, dan beberapa orang yang berada di lokasi pada jam kejadian. Polisi juga mengantongi daftar pasien dan pengunjung klinik untuk memperdalam kronologi. “Semua kemungkinan masih terbuka, kami kumpulkan dulu fakta ilmiahnya,” sebut seorang penyidik yang enggan disebut identitasnya.

Operasional Dihentikan

Selama berlangsungnya olah TKP, manajemen Klinik Mordent menghentikan sementara seluruh layanan. Pengumuman resmi ditempel di pintu utama, memberitahukan bahwa klinik tutup hingga waktu yang belum ditentukan. Sejumlah pasien yang datang pada hari itu terpaksa dialihkan ke fasilitas kesehatan lain. Dinas Kesehatan turut berkoordinasi untuk memastikan hak masyarakat tetap terpenuhi sambil menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Aparat masih enggan membeberkan temuan awal dari olah TKP. Kasus ini terus bergulir dan publik menanti kejelasan. Kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan begitu bukti-bukti telah benar-benar terhimpun dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User