Polisi dan FBI Periksa Dolar AS Sitaan Kasus Eks Jampidsus
JAKARTA, DETIK INI JUGA – Tim gabungan Polda Metro Jaya, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), dan perwakilan Kedutaan Besar AS memulai pemeriksaan intensif terhadap barang bukti uang dola...
JAKARTA, DETIK INI JUGA – Tim gabungan Polda Metro Jaya, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), dan perwakilan Kedutaan Besar AS memulai pemeriksaan intensif terhadap barang bukti uang dolar Amerika yang disita dalam kasus korupsi mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap aliran dana global yang diduga terkait dengan jaringan korupsi sang jaksa.
Kerjasama Internasional Ungkap Jejak Dana
Pemeriksaan berlangsung di Markas Polda Metro Jaya sejak pagi tadi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa pihaknya sengaja melibatkan otoritas AS karena uang yang disita dalam bentuk dolar AS bernilai signifikan dan diduga berasal dari transaksi lintas negara.
“Kami ingin memastikan keaslian uang, asal penerbitan, dan kemungkinan keterkaitannya dengan pelanggaran hukum di Amerika Serikat,” ujarnya kepada wartawan.
- Puluhan bundel dolar AS berbagai pecahan diperiksa menggunakan perangkat pemindai ultraviolet dan infrared.
- Selain dolar, tim juga menelusuri emas batangan dan perhiasan yang disita dari beberapa lokasi penggeledahan.
- FBI menurunkan dua ahli forensik keuangan untuk membantu analisis nomor seri dan watermark uang.
Febrie Adriansyah: Dari Jampidsus Jadi Tersangka
Febrie Adriansyah sebelumnya menjabat sebagai Jampidsus Kejaksaan Agung, posisi strategis yang kini menjeratnya dalam pusaran kasus suap dan gratifikasi. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kepemilikan uang tunai dalam mata uang asing, logam mulia, dan aset yang tidak sesuai dengan profil pendapatannya.
Dolar AS yang kini diperiksa diduga merupakan bagian dari aliran suap dari sejumlah pengusaha yang perkaranya ditangani Febrie saat bertugas. Nilai total barang bukti mata uang asing ditaksir mencapai jutaan dolar, namun angka pasti masih menunggu hasil audit forensik.
Teknologi Canggih dan Jejak Digital
Selain pemeriksaan fisik uang, tim forensik digital juga menelisik catatan transaksi elektronik yang terkait dengan pergerakan dana antarnegara. Sumber di kepolisian menyebut ada indikasi penggunaan rekening luar negeri dan perusahaan cangkang untuk menyamarkan aliran uang haram.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PPATK dan menelusuri beberapa suspicious transaction reports yang masuk dalam radar intelijen keuangan,” tambah Kombes Budi.
Pemeriksaan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Hasilnya akan menjadi salah satu kunci untuk membongkar seberapa luas jaringan korupsi mantan pejabat tinggi kejaksaan tersebut.
Reaksi dan Langkah Hukum
Kejaksaan Agung sendiri menyatakan mendukung penuh langkah Polda Metro. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung menyebut pihaknya siap memberikan data tambahan yang diperlukan. Sementara itu, kuasa hukum Febrie belum memberikan tanggapan resmi atas keterlibatan FBI.
Publik dan pengamat antikorupsi menyambut positif kolaborasi ini. “Ini sinyal bahwa penegak hukum serius mengejar aliran dana di luar negeri, tidak hanya terpaku pada domestik,” ujar seorang aktivis Indonesia Corruption Watch.
UPDATE: Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Tim redaksi akan terus memantau perkembangan dan menyampaikan informasi terbaru.
Baca juga:
Comments (0)