Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom SDN Jaksel, Motif Iseng Terungkap

JAKARTA – BARU SAJA, aparat kepolisian meringkus seorang pria berinisial MY (34) yang bertanggung jawab mengirim ancaman bom ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Pelaku...

Jul 14, 2026 - 15:24
0 0
Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom SDN Jaksel, Motif Iseng Terungkap

JAKARTA – BARU SAJA, aparat kepolisian meringkus seorang pria berinisial MY (34) yang bertanggung jawab mengirim ancaman bom ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Pelaku mengaku tindakannya hanya iseng, namun polisi menegaskan penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap kemungkinan motif lain di balik aksi yang sempat membuat panik ratusan siswa dan guru itu.

Kronologi Mencekam di Hari Pertama Sekolah

Insiden terjadi pada hari pertama masuk sekolah yang seharusnya menjadi momen penuh sukacita. Suasana haru biru berubah mencekam seketika setelah pihak sekolah menerima pesan berisi ancaman bom. Sumber di lingkungan SDN 15 Srengseng Sawah melaporkan bahwa pesan tersebut dikirimkan secara mendadak, memicu evakuasi darurat dan respons cepat dari petugas keamanan. Ratusan siswa yang baru saja memulai kegiatan belajar mengajar langsung dievakuasi ke titik aman di luar area sekolah. Para guru dan staf berupaya keras menenangkan anak-anak yang sebagian besar menangis ketakutan. “Hari pertama sekolah yang seharusnya menyenangkan berubah jadi horor. Semua panik dan langsung menghubungi polisi,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebut namanya.

Gegana Sisir Total, Nihil Temuan Bom

Dalam hitungan menit, tim Gegana dan unit Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut ruangan, halaman, hingga area parkir. Selain itu, anjing pelacak (K-9) juga dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan bahan peledak. Hasilnya, tidak satu pun benda mencurigakan atau material bom ditemukan. Kendati demikian, prosedur tetap berjalan ketat. Setelah proses sterilisasi selesai dan dipastikan aman, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dihentikan hingga situasi benar-benar kondusif. Pihak kepolisian kemudian fokus melacak pengirim ancaman. Berkat jejak digital, dalam waktu singkat pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan.

Hasil Pemeriksaan: Motif Iseng, Tapi Pelaku Bisa Terancam Hukuman Berat

Kepada penyidik, MY mengaku melakukan aksi tersebut hanya untuk iseng. Ia mengirimkan ancaman bom secara sepihak tanpa didasari dendam pribadi maupun koneksi dengan pihak tertentu. “Pengakuan awal pelaku menyebut iseng. Namun kami tidak akan berhenti di situ. Kami periksa riwayat digitalnya lebih dalam, kondisi kejiwaan, serta kemungkinan afiliasi dengan kelompok tertentu. Ancaman bom adalah kejahatan serius, bukan candaan,” tegas seorang perwira yang menangani kasus ini. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk ponsel dan perangkat yang digunakan pelaku untuk mengirimkan pesan. Saat ini MY ditahan di Mapolres Metro Jakarta Selatan dan dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal tentang ancaman teror yang dapat membawa hukuman pidana penjara bertahun-tahun.

Fakta Kunci Perkembangan Kasus

  • Pelaku: MY (34) ditangkap kurang dari 24 jam setelah ancaman dikirim.
  • Lokasi: SDN 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, pada hari pertama sekolah.
  • Temuan: Tim Gegana tidak menemukan bom atau bahan peledak apa pun.
  • Motif: Pengakuan iseng, namun polisi mendalami kemungkinan motif lain.
  • Status: Pelaku sudah ditahan dan pemeriksaan psikologi akan dilakukan.
  • Dampak: Aktivitas sekolah sempat dihentikan, kini berangsur normal dengan trauma healing bagi siswa.

Masyarakat Diminta Tidak Panik, Polisi Siaga Penuh

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan, untuk meningkatkan kewaspadaan namun tidak mudah terprovokasi oleh isu serupa. “Kami siaga penuh untuk memastikan tidak ada lagi oknum yang bermain-main dengan ancaman bom. Segera laporkan jika ada pesan mencurigakan, dan jangan menyebarkan sebelum terverifikasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya. Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta turun tangan dengan menyediakan pendampingan psikologis bagi siswa dan guru yang menjadi korban kepanikan massal. Pihak sekolah juga melakukan evaluasi sistem keamanan untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman kekerasan dalam bentuk apa pun, meski dilakukan dengan dalih iseng, memiliki konsekuensi hukum berat dan trauma mendalam bagi korban.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User