Monday, 24 August 2026 | 15:30 WIB

Polisi Bongkar Komplotan Begal Berkedok Aplikasi Kencan Gay di Depok

DEPOK — Kepolisian Resor Depok berhasil membongkar sindikat begal yang menggunakan aplikasi kencan khusus komunitas gay sebagai modus menjebak korbannya. Tiga pelaku ditangkap dalam operasi yang dig...

Jul 28, 2026 - 10:27
0 1
Polisi Bongkar Komplotan Begal Berkedok Aplikasi Kencan Gay di Depok

DEPOK — Kepolisian Resor Depok berhasil membongkar sindikat begal yang menggunakan aplikasi kencan khusus komunitas gay sebagai modus menjebak korbannya. Tiga pelaku ditangkap dalam operasi yang digelar pada awal pekan ini.

Jebakan di Balik Profil Menarik

Para pelaku diketahui memasang profil palsu di aplikasi Hornet untuk memancing perhatian calon korban. Setelah komunikasi intens via fitur obrolan, mereka mengajak korban bertemu di lokasi yang dijanjikan sebagai tempat kencan privat. Namun, setibanya di tempat yang sudah disiapkan—biasanya gang sepi atau area kosong—korban langsung dihadang oleh komplotan yang sudah menunggu dengan senjata tajam.

“Korban diiming-imingi kencan dengan pria tampan, tetapi begitu tiba, dia dikepung dan diancam akan dilukai jika tidak menyerahkan motor dan ponselnya,” ungkap seorang sumber di lingkungan penyidikan yang mengetahui langsung jalannya perkara.

  • Jumlah tersangka: 3 pria dewasa, kini mendekam di sel tahanan Polresta Depok.
  • Modus operandi: Berpura-pura menjadi pencari pasangan di Hornet, lalu merampok saat pertemuan.
  • Barang bukti disita: Beberapa unit sepeda motor, senjata tajam berbagai jenis, dan ponsel yang menyimpan percakapan dengan para korban.
  • Lokasi kejadian: Beberapa titik di wilayah Depok yang sepi dan minim penerangan, termasuk di sekitar Cimanggis dan Sukmajaya.

Hasil interogasi sementara menunjukkan bahwa ketiganya bukan pemain baru. Salah satu pelaku diduga merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang baru bebas tahun lalu. Mereka merancang modus ini karena menilai korbannya akan enggan melapor akibat stigma sosial yang melekat pada penggunaan aplikasi kencan khusus.

Dari Laporan Korban ke Penangkapan

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan seorang korban yang mengalami perampokan setelah janjian bertemu melalui Hornet. Polisi kemudian melakukan profiling digital dan menemukan bahwa akun yang sama digunakan untuk mendekati korban-korban lain. Tim Reserse Mobile (Resmob) bergerak cepat dengan menyamar sebagai pengguna baru dan berhasil membekuk ketiga pelaku di sebuah tempat kos di kawasan Sukmajaya, Depok.

“Pelaku tidak menyangka akan kami lacak secepat ini. Mereka pikir korban tidak akan berani melapor karena platform yang digunakan bersifat tertutup dan sensitif,” ujar petugas yang memimpin operasi penangkapan.

Waspada Kencan Daring

Polisi mengingatkan bahwa kasus kriminal berbasis aplikasi kencan terus meningkat. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada profil yang baru dikenal dan selalu memilih lokasi pertemuan yang ramai serta terbuka. Bila merasa tidak aman atau curiga, segera hubungi hotline kepolisian di 110 atau kantor polisi terdekat.

BREAKING: Kasus ini masih dalam pengembangan. Polisi menduga masih ada pelaku lain yang menggunakan pola serupa di wilayah Jabodetabek. Publik diimbau segera melapor jika pernah menjadi korban kejahatan dengan modus yang sama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User