Monday, 24 August 2026 | 15:21 WIB

Megawati Resmikan Monumen Peringatan Kudatuli di Menteng

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Monumen ini didirikan tepat di lokasi yang menjadi saksi kelam peristiwa pe...

Jul 28, 2026 - 10:27
0 1
Megawati Resmikan Monumen Peringatan Kudatuli di Menteng

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Monumen ini didirikan tepat di lokasi yang menjadi saksi kelam peristiwa penyerbuan 27 Juli 1996—sebuah momentum yang dikenal luas dengan sebutan Kudatuli.

Peresmian berlangsung khidmat diiringi para kader dan simpatisan partai. Tugu peringatan itu berdiri sebagai penanda sejarah yang mengingatkan kembali intrik politik dan kekerasan yang terjadi seperempat abad silam. Megawati secara langsung membuka selubung monumen, menandai babak baru dalam pemaknaan peristiwa tersebut bagi partai berlambang banteng itu.

Bagi PDIP, Kudatuli bukan sekadar kenangan tragis, melainkan fondasi perjuangan melawan represi politik. Monumen tersebut dibangun untuk memastikan generasi mendatang memahami harga yang harus dibayar untuk demokrasi. Setiap ukiran dan relief di dalamnya merefleksikan peristiwa ketika kantor DPP PDI—sebelum berubah menjadi PDIP—diserbu sekelompok massa yang didukung aparat keamanan Orde Baru.

Peristiwa Kelam 27 Juli 1996

Kudatuli adalah singkatan dari "Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli", hari ketika kader PDI pendukung Megawati diserang di dalam kantor partai. Kala itu, Megawati yang terpilih secara demokratis sebagai Ketua Umum PDI dalam kongres di Surabaya tidak diakui oleh pemerintah Orde Baru. Rezim Soeharto justru mendukung faksi yang dipimpin Soerjadi dalam kongres ilegal di Medan.

Ketegangan memuncak pada pagi 27 Juli 1996. Ratusan orang tak dikenal menyerbu gedung di Jalan Diponegoro 58, melempari batu, membakar properti, dan mengusir para loyalis Megawati. Saksi mata melaporkan keterlibatan aparat dalam penyerangan tersebut. Akibatnya, sedikitnya lima orang tewas, puluhan luka-luka, dan belasan lainnya dinyatakan hilang. Peristiwa ini memicu kerusuhan besar di Jakarta dan menjadi salah satu pemicu gerakan reformasi 1998.

Makna Monumen bagi PDIP

Monumen Kudatuli diresmikan sebagai upaya merawat ingatan kolektif partai. Di tengah peringatan, Megawati menyampaikan pesan bahwa kaderisasi harus terus berjalan dengan semangat pantang menyerah. "Ini adalah monumen untuk mereka yang tidak pernah menyerah," demikian petikan singkat yang digaungkan dalam acara itu.

Kehadiran monumen sekaligus menegaskan posisi politik PDIP sebagai partai yang lahir dari bara perlawanan. Struktur tugu yang kokoh dibangun di halaman depan kantor DPP PDIP, terlihat langsung oleh setiap orang yang memasuki kompleks politik Menteng 58. Simbolisme lokasi itu sengaja dipertahankan agar setiap kader dan pemimpin partai selalu mengingat momentum yang menempa perjuangan mereka.

Dengan peresmian ini, PDIP mengukuhkan Kudatuli sebagai bagian dari narasi resmi perjuangan partai. Momentumnya juga menjadi ajang konsolidasi menjelang pilpres dan pemilu mendatang, sekaligus mengirim sinyal bahwa partai tidak akan melupakan sejarah yang membentuknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User