PKB Ancam Sanksi Tegas untuk Kader yang Diduga Intimidasi Dokter Icha: Tak Ada Toleransi
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan sikap tegas terhadap anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Norbertus Tubani, yang diduga terlibat dalam kasus yang berkaitan dengan meni
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan sikap tegas terhadap anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Norbertus Tubani, yang diduga terlibat dalam kasus yang berkaitan dengan meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni (27) atau yang akrab disapa dr. Icha. Pimpinan partai menekankan bahwa tidak akan ada ruang toleransi bagi kader yang melakukan pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan etika dan hukum.
Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurizal, menyampaikan peringatan keras tersebut kepada seluruh jajaran kader partai. Ia menegaskan bahwa sanksi berat menanti bagi siapa pun anggota legislatif yang tidak mampu menjaga perilaku dan amanah jabatannya.
"Ya kalau misalkan PKB disebut dalam kasus di TTU itu, siapa pun, bukan hanya di TTU, kalau berbuat pelanggaran hukum, apalagi terkait dia tidak bisa menjaga kode etiknya sebagai anggota DPRD, ya kita akan berikan sanksi tegas," ujar Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurut laporan yang dihimpun media kami di lapangan, kasus yang menjerat kader PKB tersebut bermula dari dugaan intimidasi yang dialami dr. Icha sebelum ia meninggal dunia. Hingga kini, tekanan psikis yang diterima korban diduga kuat berasal dari oknum anggota dewan tersebut. Pimpinan pusat PKB mengaku tidak akan tinggal diam dan akan menjalankan mekanisme internal untuk mengusut tuntas keterlibatan kadernya.
Mekanisme Investigasi Internal dan Komitmen Partai
Cucun menjelaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB akan segera menggelar investigasi internal. Langkah ini diambil untuk memastikan kebenaran fakta di lapangan sebelum sanksi dijatuhkan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa partainya tidak akan memberikan perlindungan atau intervensi apa pun terhadap proses hukum yang berlaku.
Partai berlambang bola dunia itu menyadari bahwa peristiwa yang menimpa dokter muda tersebut telah menyita perhatian publik. Oleh karena itu, PKB berkomitmen untuk membuktikan bahwa sikap tegas bukan sekadar retorika politik, melainkan sebuah keniscayaan dalam menegakkan disiplin partai.
Cucun menambahkan bahwa menjaga integritas partai adalah harga mati. Ia memperingatkan seluruh anggota PKB di berbagai tingkatan, khususnya yang duduk di kursi legislatif, untuk senantiasa mematuhi kode etik dan berhati-hati dalam bertindak. "Tidak ada toleransi," tegasnya.
Berdasarkan data dari Tim Hukum dan Advokasi Beritatercepat.com, kasus ini sedang bergulir di aparat penegak hukum setempat. Apabila terbukti bersalah, bukan hanya pidana yang menanti, namun partai juga akan menjatuhkan sanksi organisasi berupa pemecatan dari keanggotaan dan pencopotan dari jabatan struktural di DPRD.
Langkah cepat PKB dalam merespons isu ini juga dinilai sebagai upaya untuk meredam gejolak di akar rumput. Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelumnya menyuarakan rasa kecewa atas dugaan sikap arogan oknum wakil rakyat yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil, terlebih terhadap profesi mulia seperti dokter yang tengah bertugas mengabdi bagi kesehatan masyarakat.
Comments (0)