PGN Bukukan Lonjakan Laba Semester I 2022 Hingga 60 Persen

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas dari PT Pertamina (Persero), merilis laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2022 pada Kamis, 22 S

Jul 13, 2026 - 14:42
0 0
PGN Bukukan Lonjakan Laba Semester I 2022 Hingga 60 Persen

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas dari PT Pertamina (Persero), merilis laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2022 pada Kamis, 22 September 2022. Hasilnya, perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Laporan yang dipublikasikan melalui situs resmi perseroan dan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia itu menunjukkan bahwa strategi pemulihan pasca pandemi dan optimalisasi pemanfaatan gas bumi nasional mulai membuahkan hasil yang manis.

Kinerja Moncer di Tengah Pemulihan Ekonomi

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan, PGN membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 2,85 triliun pada semester I 2022. Angka ini melesat 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,97 triliun. Pertumbuhan pendapatan yang kuat ini terutama ditopang oleh peningkatan volume penjualan gas bumi kepada pelanggan industri dan komersial, seiring dengan pemulihan aktivitas manufaktur dan perdagangan di Tanah Air.

Laba kotor perseroan pun ikut terkatrol naik menjadi Rp 1,48 triliun, tumbuh 52 persen secara tahunan. Margin laba kotor membaik dari 49 persen menjadi 52 persen, mencerminkan efisiensi yang semakin solid di sisi harga pokok penjualan. Yang lebih membanggakan, laba operasi PGN menembus Rp 1,12 triliun atau naik 68 persen, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 850 miliar, melonjak 60 persen dari semester I 2021 yang hanya Rp 531 miliar.

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Ada beberapa faktor kunci yang menjadi motor penggerak kinerja gemilang PGN sepanjang Januari hingga Juni 2022. Pertama, pemulihan ekonomi nasional yang mendorong permintaan gas dari sektor industri, khususnya industri keramik, kaca, pupuk, dan pembangkit listrik. Volume distribusi gas tercatat naik 12 persen menjadi 908 BBTUD (billion british thermal unit per day) dibandingkan 811 BBTUD di semester I 2021.

Kedua, kenaikan harga jual gas yang mengacu pada formula dinamika harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan indeks harga gas di pasar regional. Sejak kuartal keempat 2021, harga minyak dunia merangkak naik, yang kemudian ditransmisikan ke harga gas pipa, memberikan efek positif terhadap pendapatan per unit. Ketiga, keberhasilan perseroan dalam menjalankan program efisiensi operasional, termasuk digitalisasi proses bisnis, pengendalian biaya transportasi gas, dan optimalisasi utilisasi infrastruktur pipa eksisting.

Laba Operasi dan EBITDA Melesat

EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) PGN pada periode ini mencatatkan rekor dengan angka Rp 1,54 triliun, naik 58 persen year-on-year. Margin EBITDA mencapai 54 persen, yang menjadi salah satu yang tertinggi di antara emiten pelat merah di sektor energi. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa perseroan mampu mengonversi kenaikan pendapatan menjadi arus kas operasi yang lebih tebal.

Beban bunga yang sebelumnya sempat menjadi beban berat bagi neraca keuangan PGN, kini berhasil ditekan. Liabilitas keuangan jangka panjang berkurang setelah perseroan melakukan pembayaran sebagian utang obligasi dan pinjaman bank. Alhasil, pos beban keuangan neto turun 15 persen, yang turut mengerek laba bersih.

“Kami bersyukur kinerja semester I 2022 mencatat pertumbuhan yang sehat. Ini adalah buah dari transformasi bisnis yang kita jalankan secara disiplin. Ke depan, kami akan terus mengakselerasi proyek strategis, termasuk pengembangan jaringan pipa gas bumi di kawasan timur Indonesia dan program konverter gas untuk kendaraan bermotor,” ujar Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto, dalam konferensi pers virtual.

Strategi dan Prospek ke Depan

PGN tidak hanya bersandar pada tren positif harga komoditas, tetapi juga gencar menggarap pasar baru. Perseroan sedang menjajaki peluang di sektor kelistrikan dengan pasokan gas untuk PLTGU yang sedang dibangun oleh PLN. Selain itu, program Jargas (jaringan gas rumah tangga) yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah terus diperluas. Hingga akhir Juni 2022, PGN telah menghubungkan lebih dari 520 ribu sambungan rumah tangga di 16 kabupaten/kota.

Dari sisi operasi, PGN juga menyelesaikan proyek infrastruktur pipa transmisi gas Dumai–Sei Mangkei tahap akhir, yang diharapkan dapat menambah kapasitas distribusi hingga 300 MMSCFD. Infrastruktur ini akan memperkuat konektivitas pasokan gas dari blok-blok lepas pantai Sumatera ke kawasan industri di Jawa dan Sumatera Utara.

Manajemen optimistis bahwa hingga akhir tahun 2022, pendapatan konsolidasian dapat menembus Rp 5,5 triliun dengan laba bersih di atas Rp 1,6 triliun, asalkan stabilitas makroekonomi terjaga dan tidak ada gejolak harga minyak yang ekstrem. Investor pun menyambut positif laporan ini; pada sesi perdagangan hari itu, saham PGAS ditutup naik 3,2 persen ke level Rp 1.580 per lembar.

[SOCIAL_TWEET]: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) raih laba bersih Rp850 M di semester I 2022, tumbuh 60%! Kinerja ini didorong kenaikan distribusi gas & efisiensi operasional. Saham PGAS pun melesat. #PGAS #PGN #LabaPGN #EnergiNasional[SOCIAL_TG]: 📊 PGN Cetak Laba Bersih Rp850 M, Naik 60% di Semester I 2022! Klik untuk baca detailnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User