IHSG Dibuka Melonjak Hampir 5 Persen Pagi Ini

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak tajam pada perdagangan Kamis, 10 April 2025. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan

Jul 13, 2026 - 14:11
0 0
IHSG Dibuka Melonjak Hampir 5 Persen Pagi Ini

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak tajam pada perdagangan Kamis, 10 April 2025. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks acuan nasional itu langsung melesat 4,87 persen ke level 6.893,54 pada pukul 09.00 WIB, hanya beberapa detik setelah bel pembukaan berbunyi. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam satu tahun terakhir dan membawa IHSG mendekati level psikologis 7.000 yang sempat sulit disentuh sejak awal kuartal kedua 2024.

Pemicu Awal Lonjakan di Sesi Pembukaan

Lonjakan pembukaan tidak terjadi dalam ruang hampa. Sejumlah faktor domestik dan global bekerja secara bersamaan mendorong optimisme investor. Pertama, keputusan Presiden Amerika Serikat pada Selasa malam untuk menunda sementara penerapan tarif impor baru terhadap produk teknologi asal Asia Tenggara memberi napas lega bagi pasar. Kedua, rilis data inflasi Indonesia Maret 2025 yang menunjukkan inflasi tahunan hanya 2,38%, lebih rendah dari ekspektasi 2,55%, memperkuat keyakinan bahwa Bank Indonesia memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pekan depan.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dalam wawancara singkat melalui saluran telekonferensi mengatakan, “Ini bukan sekadar technical rebound. Ada arus modal asing yang masuk signifikan sejak pembukaan, khususnya ke saham-saham perbankan dan teknologi. Kami mencatat net buy asing mencapai Rp1,2 triliun dalam 15 menit pertama.”

Kronologi Pergerakan IHSG Sesuai Waktu

Berikut rangkaian peristiwa yang terekam oleh sistem perdagangan BEI hingga pukul 10.30 WIB:

  1. 08.55 WIB: Sesi pra-pembukaan menunjukkan minat beli yang sangat tinggi. Volume antrean beli pada harga pasar melampaui 2 miliar lot, terutama pada saham BBCA, TLKM, dan ASII.
  2. 09.00 WIB: Bel berbunyi. IHSG langsung melompat dari level penutupan sebelumnya 6.573,21 ke 6.893,54, naik 320 poin dalam satu menit pertama.
  3. 09.15 WIB: Indeks sedikit terkoreksi ke 6.870-an karena aksi ambil untung minor pada saham tambang. Namun, sektor keuangan dan infrastruktur tetap kokoh menghijau.
  4. 09.45 WIB: Kapitalisasi pasar BEI kembali menyentuh Rp11.200 triliun, pulih setelah sempat tergerus di bawah Rp10.800 triliun pada akhir Maret.
  5. 10.30 WIB: IHSG bertahan di zona hijau dengan kenaikan 4,5 persen. Investor ritel yang menggunakan aplikasi daring turut mendorong volume transaksi yang telah mencapai Rp6,8 triliun.

Sektor Penopang Utama

Berdasarkan data sektoral yang dihimpun Beritatercepat.com, tiga sektor memimpin penguatan:

  • Sektor Keuangan (+5,1%) dipimpin oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 5,8 persen ke level Rp10.200 per saham.
  • Sektor Teknologi (+6,3%) terangkat oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melonjak 8,1 persen setelah pengumuman kolaborasi strategis dengan investor Jepang.
  • Sektor Barang Baku (+4,2%) dipacu oleh penguatan harga nikel dan batu bara global sebagai antisipasi pemulihan permintaan Tiongkok.

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menjadi motor penggerak dengan kenaikan 4,9 persen, didorong ekspektasi kinerja kuartal I-2025 yang akan dirilis pekan depan.

Respon Analis dan Pelaku Pasar

Kepala Riset pada salah satu sekuritas besar di Jakarta, yang tidak ingin disebut namanya, menuturkan, “Momentum ini bisa berlanjut setidaknya hingga akhir pekan, asalkan nilai tukar rupiah tetap stabil di bawah Rp15.700 per dolar AS.”

Senada, analis senior dari sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta, Andi Mulyana, menyampaikan kepada media bahwa penundaan tarif AS adalah sinyal positif yang telah dinanti-nanti. “Ketidakpastian perang dagang adalah momok terbesar bagi pasar Indonesia. Begitu ada titik terang, investor langsung melakukan rebalancing portofolio dari aset safe haven ke ekuitas negara berkembang,” jelasnya.

Kondisi Makroekonomi dan Dampak Lanjutan

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyambut baik penguatan ini. Dalam keterangan tertulis, Menteri Keuangan menyatakan, “Penguatan IHSG mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid. Kami berkomitmen menjaga defisit fiskal dalam batas aman 2,5 persen terhadap PDB tahun ini.”

Analis memperkirakan, jika IHSG mampu menembus level 7.000 secara konsisten, maka akan terjadi efek psikologis positif yang memicu aliran dana asing lebih besar. Namun, mereka juga mengingatkan risiko dari eskalasi geopolitik Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak mentah yang dapat membebani.

[SOCIAL_TWEET]: IHSG langsung terbang nyaris 5% begitu bel pembukaan berbunyi! Asing net buy Rp1,2 triliun dalam 15 menit. Sektor teknologi dan keuangan memimpin. Akankah tembus 7.000 akhir pekan ini? #IHSG #PasarModal #BEI[SOCIAL_TG]: 📈 IHSG melesat 4,87% di pembukaan pagi ini (10/4). Asing borong saham BBCA & GOTO senilai Rp1,2 triliun. Rupiah stabil, inflasi rendah — saatnya portofolio ijo kembali!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User