Sep 29, 2026
Nasional

Pesawat Delegasi Militer Kongo Jatuh, 17 Orang Tewas

Kinshasa, Beritatercepat.com — Dunia penerbangan Afrika kembali dirundung duka. Sebuah pesawat yang mengangkut delegasi militer Republik Demokratik Kongo (

Pesawat Delegasi Militer Kongo Jatuh, 17 Orang Tewas

Kinshasa, Beritatercepat.com — Dunia penerbangan Afrika kembali dirundung duka. Sebuah pesawat yang mengangkut delegasi militer Republik Demokratik Kongo (DRC) jatuh di wilayah Kenge, Provinsi Kwango, pada Jumat (27/9). Insiden nahas tersebut mengakibatkan seluruh penumpang dan kru yang berada di dalam pesawat tewas, dengan jumlah korban sementara mencapai 17 orang.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang tragedi penerbangan di negara berpenduduk lebih dari 100 juta jiwa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, otoritas penerbangan sipil Kongo masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat nahas itu.

Kronologi dan Lokasi Kejadian

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, pesawat tersebut lepas landas dari sebuah bandara di wilayah barat laut Kongo dengan tujuan menuju Kenge. Rombongan yang berada di dalam pesawat merupakan bagian dari delegasi militer yang tengah menjalankan tugas resmi kenegaraan.

Kontak terakhir dengan menara pengawas dilaporkan terjadi beberapa saat sebelum pesawat dilaporkan hilang dari radar. Warga sekitar Kenge mengaku mendengar suara ledakan keras dari arah hutan sebelum melihat kepulan asap hitam membubung ke langit.

"Kami mendengar dentuman sangat keras. Beberapa saat kemudian, warga berlarian ke arah sumber suara dan mendapati puing-puing pesawat berserakan di antara pepohonan," ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Tim evakuasi dan penyelamat yang dikerahkan ke lokasi kejadian harus menghadapi medan yang sulit. Akses jalan menuju titik jatuhnya pesawat tergolong berat, sehingga proses identifikasi korban dan pengumpulan barang bukti berjalan lambat.

Respons Pemerintah dan Duka Mendalam

Pemerintah Republik Demokratik Kongo menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para anggota delegasi militer. Presiden menginstruksikan jajaran terkait untuk memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban serta melakukan audit keselamatan penerbangan secara menyeluruh.

  • Seluruh korban dinyatakan tewas di lokasi kejadian tanpa ada laporan selamat.
  • Tim investigasi gabungan diterjunkan untuk menyelidiki faktor cuaca, kondisi teknis pesawat, dan kemungkinan kesalahan manusia.
  • Identifikasi korban dilakukan menggunakan metode forensik karena kondisi jenazah yang sulit dikenali.
  • Audit keselamatan akan diberlakukan pada seluruh armada yang mengangkut pejabat dan delegasi kenegaraan.

Tragedi ini mengingatkan kembali pada sejumlah kecelakaan pesawat yang pernah menimpa Kongo dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi infrastruktur penerbangan yang belum merata, usia pesawat yang relatif tua, serta cuaca tropis yang kerap berubah ekstrem menjadi sejumlah faktor yang sering disorot para pengamat aviasi internasional.

"Keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar narasi politik. Setiap nyawa yang melayang adalah tanggung jawab kita bersama," ujar pengamat penerbangan Afrika Tengah, Jean-Marc Kabeya.

Hingga kini, pihak berwenang masih menutup akses ke lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi. Keluarga korban diharapkan bersabar menunggu hasil identifikasi resmi yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari ke depan.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi institusi militer Kongo yang tengah menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah timur negara tersebut. Publik pun menanti transparansi pemerintah dalam mengungkap penyebab kecelakaan yang merenggut 17 nyawa itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User